Hakim Perintah Jaksa Hadirkan Dewa Tarigan

oleh -167 views

garudaonline, Medan | Majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunitri Sagala untuk menghadirkan Dewa Tarigan yang dinilai polisi merupakan pelaku pembunuhan terhadap Fahmi Rozi, salah seorang anak pengusaha showroom sepeda motor yang tewas di Yanglim Plaza beberapa waktu lalu.‬

‪Dewa saat ini menjalani persidangan sebagai terdakwa bersama Elbarino (25), Irfan Lubis (32), Nanda Lubis (23) dan Rifki Aulia Tanjung (21) atas kasus dugaan pengeroyokan di Diskotik Retrospective, Capital Building Medan, beberapa waktu lalu. Kelima terdakwa yang tak ditahan sejak proses pemeriksaan di kejaksaan hingga pengadilan diketahui bersidang pada Rabu (23/11).‬

“Kepada jaksa supaya menghadirkan terdakwa Dewa Tarigan pada sidang berikutnya dengan surat. Ini merupakan perilaku tidak kooperatif dari terdakwa dan nanti bisa ditetapkan supaya terdakwa ditahan,” ungkap hakim Irwan Effendi.‬

‪Usai sidang, JPU Yunitri Sagala membenarkan bahwa Dewa Tarigan tidak hadir dalam persidangan kasus pengeroyokan atas korban Egi Arjuna Ginting dan Boy Ananta Tarigan.

“Pada persidangan hari ini salah seorang terdakwa tidak hadir yaitu Dewa Tarigan. Ketidak hadiran seorang terdakwa tersebut dikarenakan melakukan tindak pidana lain dalam kasus yang berbeda,” ujar JPU Yunitri.

‪Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Taufik mengklaim urusan penahanan sepenuhnya ada pada hakim.

“Jadi sebenarnya begini, sewaktu pelimpahan saya tidak berada di tempat. Posisi sekarang kan sudah dilimpahkan ke pengadilan, kewenangan melakukan penahan itu ada pada hakim,” katanya.‬

Disinggung mengapa kelima terdakwa tidak ditahan sewaktu pelimpahan dari Polsek Medan Area, Taufik berasalan dari laporan polisi, kelima terdakwa bersikap kooperatif.

“Kalau masalah tahan dan tidak ditahan itu subjektif. Pada saat itu dianggap kooperatif, karena di penyidik (polisi) juga tidak ditahan. Selama ini dia juga wajib lapor dan itu dipenuhi,” ucapnya.

Menanggapi ketidakhadiran Dewa Tarigan, salah seorang kuasa hukum para terdakwa, Marwan mengaku tidak mengetahui keberadaan terdakwa.

“Gak tahu tidak ada konfirmasi ke kami kenapa ia tidak datang,” ucap Marwan. (Endang)

Berikan Komentar