Hakim Usir Pengacara Dimas Kanjeng

oleh -259 views

garudaonline – Surabaya | Sidang gugatan prapepradilan Taat Pribadi di Pengadilan Negeri Surabaya, hari ini, Selasa, 22 November 2016, diwarnai aksi pengusiran. Hakim mengusir salah satu tim kuasa hukum Taat, Irwan Sya’ban.

Pengusiran itu dilakukan karena surat kuasa untuk pengacara tersebut sudah dicabut oleh Taat Pribadi. Selain itu, sidang juga diwarna aksi walk out oleh tim kuasa hukum Taat.

Pengusiran itu terjadi setelah tim kuasa hukum Kepolisian Daerah Jawa Timur selaku termohon menyerahkan bukti pencabutan surat kuasa yang ditanda tangani Taat ke hakim tunggal Sigit Sutriono. Mendapati bukti pencabutan surat kuasa untuk belasan kuasa hukum-salah satunya atas nama Irwan Sya’ban, Sigit lalu meminta Irwan keluar dari ruang sidang.

Setelah adanya pengusiran itu, sidang praperadilan dengan agenda pembacaan gugatan dari pemohon dan jawaban dari termohon hanya diikuti oleh Ibnu Setyo – kuasa hukum Taat yang namanya tidak masuk dalam daftar tim kuasa hukum yang surat kuasanya dicabut.
Namun, di sela-sela termohon membacakan jawaban, Ibnu meminta sidang diskorsing sebanyak tiga kali.

Hakim tidak mengabulkan permintaan Ibnu. Sebab itu, Ibnu menyatakan walk out dari ruang sidang. Meski demikian, hakim tetap melanjutkan sidang sampai termohon selesai membacakan jawaban atas gugutan yang diajukan tim kuasa hukum Taat.

Baca: Polisi Periksa Pembuat Jubah dan Pulpen Laduni Taat Pribadi

Irwan mengatakan kecewa atas pengusiran terhadapnya. Ia juga mempertanyakan keaslian pencabutan surat kuasa tersebut karena pihaknya belum menerima langsung surat tersebut dari Taat. Dia pun mempertanyakan sikap penyidik yang selama ini tidak memperbolehkan tim kuasa hukum bertemu dengan Taat. “Kami akan melaporkan ke ombudsman,” katanya di luar ruang sidang.

Tim kuasa hukum Taat mengajukan gugatan praperadilan terkait lima hal. Yakni penangkapan, penahanan, pengeladahan, penyitaan, serta penetapan tersangka kliennya dalam kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya. Tim kuasa hukum Taat menilai adanya pelanggaran prosedur dan hak asasi manusia dalam lima hal tersebut.

Baca: Telusuri Aset Dimas Kanjeng, 30 Saksi Diperiksa Polisi

Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap Taat terkait kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, pada 22 September 2016. Kedua orang itu dibunuh dengan sepengetahuan dan perintah Taat karena dinilai akan membongkar kedok penggandaan uang yang dilakukannya. Penangkapan itu melibatkan seribuan lebih personel.

Penyidik selanjutnya menetapkan Taat sebagai tersangka kasus pembunuhan pada 29 September 2016. Selain kasus pembunuhan, Dimas Kanjeng juga telah ditetapkan tersangka untuk kasus penipuan berkedok penggandaan uang terhadap ribuan pengikutnya. Puluhan orang telah melapor ke polisi terkait kasus tersebut. Mereka melapor dengan membawa sejumlah barang bukti.(BS)

Berikan Komentar