Hakim Vonis Empat Kurir Sabu 25 Kg Seumur Hidup

oleh -434 views
Lima Terdakwa kasus narkoba mengikuti sidang dengan agenda putusan di PN Medan. Dalam amar putusannya, majelis hakim memvonis hukuman seumur hidup untuk empat terdakwa dan 17 tahun untuk seorang lagi terdakwa.

garudaonline, Medan | Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis empat dari lima terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 25 kg seumur hidup penjara.

Keempat terdakwa itu yakni Dedy Kurniawan Sihombing alias Buyung, Hairul Amir Harahap alias Irul, Roy Bangun alias Roy dan Sario alias Muslim (masing-masing berkas terpisah).

Sementara satu terdakwa lain atas kasus sama yakni Fransa Alfredo Barus alias Frans divonis selama 17 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada keempat terdakwa selama seumur hidup,” tandas majelis hakim secara bergantian yakni Abdul Azis, Riana Pohan dan Sontan Meraoke di Ruang Kartika PN Medan, Senin (21/11/2016).

Dalam pertimbangannya,  semua unsur dalam dakwaan primer telah terpenuhi. Hanya terdakwa Franska yang dihukum 17 tahun penjara. Atas perbuataannya, kelima terdakwa dianggap melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.‬

Menanggapi putusan tersebut, kelima terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo mengajukan banding karena masa penahanan kelima terdakwa akan berakhir pada Sabtu 26 November 2016 mendatang.

“Yang kedua, majelis hakim memvonis Franska 17 tahun penjara, itu sebabnya kami ajukan banding,” pungkas JPU Sindu Utomo usai sidang.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa, kejadian ini bermula pada Minggu (21/2/2016) lalu, Roy dihubungi oleh Amri Harahap alias Amri dan Zulham Amirullah alias Zulham (keduanya DPO) untuk mengambil paket narkotika jenis sabu seberat 25 Kg yang dibawa Irul dari Dumai, Riau dengan tujuan Terminal Pool Bus CV Makmur, Jalan SM Raja, Medan Amplas.

Tak kerja sendirian, Roy memerintahkan Frans ditemani Irul untuk mengambil sabu tersebut dengan mengendarai mobil, sementara Roy mengikuti dari belakang dengan mengendarai kereta.‬

Setelah sampai Pool, Frans dan Irul memasukkan dua karung goni yang salah satunya berisi sabu 25 kg ke dalam mobil. Baru 15 meter keluar dari dari terminal, mobil yang dikendarai oleh mereka distop oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah menyadap percakapan telepon mereka. Frans dan Irul langsung ditangkap karena saat digeledah, petugas menemukan sabu seberat 25 Kg.‬

Setelah diinterogasi, mereka mengaku rencananya sabu seberat 20 kg akan diserahkan ke Dedi ntuk diserahkan kepada Koko (DPO). Sementara sisa sabu seberat 5 Kg, ditugaskan kepada Sario untuk menyerahkannya kepada seseorang di Pasar Petisah Medan.‬

Atas pernyataan itu petugas melakukan pengembangan dan menangkap Dedy di rumahnya, Asam Kumbang Kelurahan Flamboyan Raya. Tak lama, petugas menangkap Roy dan Sario di Pasar Aksara Medan.‬

Untuk perkara tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima berkas perkara milik kelima tersangka dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang merupakan tangkapan pihak Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP). (Endang)

Berikan Komentar