Hamili Pacar di Bawah Umur Dilaporkan ke Polisi

oleh -207 views

garudaonline – Rengat | USB (21), warga Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Riau dilaporkan ke pihak kepolisian karena diduga telah menghamili pacarnya yang masih dibawah umur.

Korban yang diketahui berinisial SN (16) warga Desa Bukit Meranti Kecamatan Seberida Inhu itu saat ini dinyatak positif hamil atas tes urine menggunakan test pack yang dilakukan pihak keluarga.

Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni melalui Paur Humas Iptu Yarmen Djambak, membenarkan hal itu. Dan saat ini, terlapor atau pelaku telah diamankan di Mapolsek Seberida. “Kejadian itu bermula pada, Jumat 22 Juli 2016 sekira pukul 09.00 WIB lalu. Dimana, korban dijemput terlapor ke rumah ibunya yang berada di Rengat dan dibawa ke Belilas,” ujar Yarmen, Rabu (2/11/2016).

Sesampai di Belilas, pelapor membawa konban ke rumah kontrakannya yang berada di Kulim VIII. Setelah berbicara panjang lebar, korban diajak terlapor untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri sambil mengatakan bahwa terlapor berjanji akan menikahi korban.

Termakan dengan bujuk rayu terlapor, akhirnya korban menuruti ajakan terlapor. Usai menikmati tubuh korban, terlapor pun mengantar korban pulang kerumah ayahnya yang berada di Desa Bukit Meranti  Kecamatan Seberida.

Yarmen menuturkan, beberap waktu kemudian, terlapor kembali menjemput korban ke rumah ayahnya di Desa Bukit meranti. Disitu, terlapor kembali mengajak korban untuk berhubungan badan. Sehingga hubungan terlarang itu kembali mereka lakukan.

Setelah dua kali digagahi terlapor, korban merasa khawatir, terlebih tamu tak diundang (menstruasi-red) dirinya juga telat datang. Sehingga, tepat pada 27 Juli 2016, korban melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack, saat itu hasilnya negatif.

Namun, hingga tanggal 15 Oktober 2016, menstruasi korban juga tak kunjung datang, sehingga korban menceritakan hal itu pada Wati yang tidak lain bibinya sendiri. Khawatir, bibi korban kembali meminta dirinya untuk tes pack, ternyata hasilnya Positif, tegasnya.

“Atas hal itu, Wati menyampaikan kejadian tersebut pada ayah korban RH (35). Tidak terima anak gadisnya dihamili, RH melaporkan kejadian itu ke Polsek Seberida untuk diproses secara hukum. Dan atas laporan ayah korban, saat ini terlapor telah kita amankan untuk diproses secara hukum,” pungkas Yarmen. (gor)

Berikan Komentar