Henri Tewas, Mobil Marihot Ditahan

oleh -151 views

garudaonline – Dairi | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi Sumatera Utara   melalui Kasubbag Humas, Iptu Manusun Hutasoit di Sidikalang, Senin (14/11/2016) mengatakan,  penanganan kasus sambaran listrik menewaskan  Henri Sinaga (17) di Desa Lae Tanggiang Kecamatan Sumbul  diserahkan ke Polsek Sumbul.

Polisi menahan 1 unit mobil derek  milik pengusaha Marihot Manik sebagai barang bukti.  Stone walas tidak ikut  dalam proses hukum lantaran alat penggilas batu belum dipakai saat terjadinya naas.

Hutasoit membenarkan, Marihot adalah pengusaha bengkel di Sidikalang. Pada Kamis (10/11/2016)  malam dia membawa 3 pelajar STM Pemda yang sedang praktek kerja lapangan (PKL) di usahanya ke  Lae Tanggiang untuk membawa mesin penggilas batu.

Sebelum alat tersebut dinaikkan ke mobil derek,  crane diduga menyentuh kabel listrik menyebabkan Henri tewas seketika. 2 temannya yakni Markus Sihombing (18) dan  Abdi Rijal Sihombing (17) mengalami luka bakar ‘pangsan’ tercampak oleh aliran listrik tegangan tinggi.  Derek itu dioperasikan oleh Marihot yang turut jadi korban kecelakaan.

Pemeriksaan belum dapat dilakukan berhubung Marihot masih menjalani perawatan medis. Bila dianggap  pulih, pengambilan keterangan segera dmulai. Pengusaha bakal dikenakan pasal ‘kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia’

Marihot Manik di ruang 10- VIP RSU Sidikalang mengaku mengalami luka  pada bagian tangan. Rasanya panas dan terus berdenyut. Diterangkan, dia tidak berencana  mengajak ketiga  siswa ke Lae Tanggiang. Hanya saja, anak muda itu naik ke bak.

Di lokasi kejadian,  mesin gilas batu belum naik ke bak mobil derek. Masih pasang   jembatan. Entah bagaimana, tiba-tiba mereka kontak berat. Pengusaha bengkel yang juga kontraktor ini tercampak jauh dan langsung pingsan. Dia tidak tahu kok bisa komponen  mobil menyentuh kabel. Diapun  pasrah akan menghadapi proses lanjutan menyusul musibah merenggut jiwa pelajar. (Dan)

Berikan Komentar