Ibu Tersangka Narkoba Ngaku Setor Uang ke Polisi untuk Ringankan Pasal

oleh -228 views

garudaonline – Dolok Sanggul | Elferia br Manurung, ibu dari Adanan Sihotang, tersangka pengedar ganja yang ditangkap personel Polres Humbahas, Sumut pada April 2016 lalu. Kemarin wanita paruh baya itu mengungkapkan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan.

Bahwa pada saat itu Elferia br Manurung ada memberikan uang sebesar Rp5 juta, untuk mengurangi penerapan pasal kepada anaknya itu, sehingga ancaman hukumannya pun lebih ringan.

Elferia br Manurung menceritakan, bermula saat anaknya Adanan Sihotang dan temannya Henri Marbun ditangkap atas dugaan sebagai pengedar ganja. Adanan Sihotang kemudian akan disangkakan Pasal 111 dan pasal 112 Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Mengetahui Adanan Sihotang disangkakan sebagai pasal pengedar itu, kata Elferia, pihaknya bersama keluarga Henri Marbun berupaya minta tolong kepada oknum Brigadir RN selaku penyidik Satnarkoba Polres Humbahas. Upaya minta tolong untuk meringankan ancaman hukuman itu disanggupi dan disepakati akan dikenakan Pasal 127 UU serupa dengan ancaman hukuman hanya maksimal 4 tahun penjara.

“Kesepakatan kami dengan penyidik, anak saya Adanan Sihotang bersama Henri Marbun akan disangkakan pasal 127, dengan cacatan kami harus menyetor masing-masing Rp5 juta. Uang itupun langsung kami setor kepada penyidik di Mapolres Humbahas, disaksikan langsung anggota polisi bermarga Gurusinga alias Gursing,” tutur Elferia br Manurung, di Doloksanggul.

Tapi rupanya, sambung Elferia br Manurung, kesepakatan secara lisan itu tidak ditepati. Berkas keduanya sampai ke tangan pihak kejaksaan, atau P21. Pasal yang disangkakan justru sebagai pengedar atau Pasal 111 dan Pasal 112.

“Sebenarnya saya tidak keberatan anak saya dituntut sebagai pengedar, sebab demikianlah kenyataannya saat dipancing polisi. Namun kenapa polisi menjanjikan akan meringankan ancaman hukuman dengan pasal 127 sehingga kami harus menyetor masing-masing Rp5 juta. Saya sudah dibohongi dan uang yang kami berikan akan kami tuntut kembali,” kata Elferia.

Dia juga mengaku mendukung penegakan hukum pemberantasan narkoba. Namun di satu sisi, sebagai ibu ia tetap kasihan kepada anaknya, apalagi Adanan masih muda.

“Saya hanya kasihan kepada anak saya, sehingga kami berupaya minta tolong agar ancaman hukumannya diringankan. Tapi yang terjadi kami malah dibohongi oknum RN penyidik itu,” tukasnya.

Atas kasus narkoba yang menjerat anaknya, Elferia juga menyampaikan bahwa anaknya (Adanan Sihotang-red) bersama Henri Marbun telah divonis 6 tahun penjara oleh PN Tarutung, beberapa waktu lalu.

“Anak saya sudah divonis, apa yang saya upayakan diabaikan oknum polisi. Saya harus menuntut uang saya kembali,” pungkas Elferia.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Humbahas AKP Maimun melalui Kasubbag Humas Ipda Reinhard Sianipar kepada wartawan membantah tuduhan tersebut. “Saya sudah konfirmasi kepada Kasat Narkoba dan yang bersangkutan. Katanya, hal tersebut tidak ada,” terang Reinhard.

Untuk menelusuri kasus tersebut, Reinhard menyarankan keluarga korban untuk membuat pengaduan ke Propam Polres Humbahas. “Silahkan dilapor ke propam. Nanti oleh propam akan dilakukan pemeriksaan kepada kedua belah pihak. Dalam pemberantasan narkoba kita tetap komit sesuai dengan instruksi pimpinan,” tandasnya.(bbs)

Berikan Komentar