Imigrasi Sebut Pekerja asal Tiongkok Terancam Denda Rp500 Juta‬

oleh -409 views
Foto: Andika/Sumut Pos Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang Lestari.

garudaonline, Medan | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan terus melakukan pemeriksaan terhadap 15 pekerja asal Tiongkok yang diamankan Polda Sumut dari kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Tanjung Pasir, Pangkalan Susu, Langkat.‬

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang Lestari menerangkan pihaknya baru menerima seluruh dokumen keimigrasian milik ke 15 pekerja asing tersebut. “Sudah dikirim paspornya semua,” terangnya, Jumat (25/11/2016).

Dipastikan Lilik, ke 15 pekerja asing tersebut akan diminta pertanggungjawabannya secara pidana karena bekerja menggunakan visa kunjungan. “Ancaman hukumannya denda maksimal Rp 500 juta,” ujar Lilik.

Terhadap ketiga sponsor yang mempekerjakan pekerja asing tersebut, Lilik akan meminta pertanggungjawabannya. “Sama juga yakni denda Rp 500 juta. Cuma kita masih fokus memeriksa pekerja asing dulu,” imbuh Lilik.

Menurut Lilik, pemeriksaan terhadap manajemen PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Heibei Jiankan Indonesia secepatnya akan dilakukan.

“Mereka akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” cetusnya seraya mengaku ketiga perusahaan tersebut berdomisili di Jakarta.‬

Dalam kasus ini, pekerja asing dan sponsornya dipersangkakan melanggar Pasal 122 huruf A UU No 06 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.‬

Diketahui, sebanyak 18 pekerja asal Tiongkok yang bekerja di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) desa Tanjungpasir, Pangkalan Susu, Langkat, Sumut, diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Sumut.

Ke 18 pekerja ini berasal dari tiga perusahaan penyalur yakni PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Heibei Jiankan Indonesia. Dari 18 orang yang diamankan, sebanyak 15 di antaranya tidak memiliki izin tertulis berupa Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). (Endang)

Berikan Komentar