Ini Alasan Tiga Pelaku Begal MT Haryono Tolak Rekonstruksi

oleh -341 views
Sejumlah Penyidik Reskrim Polrestabes Medan berada di Jalan MT Haryono, Medan Kota untuk menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pengusaha ketering yang dilakukan komplotan begal

garudaonline, Medan | Tiga terduga pelaku begal MT Haryono, Medan Kota menolak rekonstruksi kasus pembunuhan pengusaha ketering, Monang alias Asun (48) warga Jalan Ternak, Medan Polonia, Jumat (14/1/2016).

Apa alasan ketiga tersangka, Rois Surya Hasibuan, Sapriadi alias Icikafe, dan Alexander Manalu alias Alex Batak tidak mau menjalankan adegan rekontruksi?

Di lokasi kejadian di kawasan Jalan MT Haryono, Medan Kota, ketiga tersangka mengaku tidak ikut melakukan perampokan dan pembunuhan itu. Itulah yang menjadi alasan mereka tidak mau memperagakan adegan rekonstruksi.

Meski ketiga tersangka tidak mau menjalankan adegan rekontruksi ini, namun Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan tetap melanjutkan adegan reka ulang kasus yang sempat menghebohkan warga Kota Medan itu.

Dalam rekonstruksi itu, petugas kepolisian yang bertindak sebagai tersangka lainnya yang belum tertangkap menjalankan tiap-tiap adegan. Pada kegiatan kali ini, polisi menjalankan 9 adegan.

Panit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Iqbal ketika ditanya wartawan enggan memberikan keterangan terkait kegiatan rekonstruksi itu.

“Sama Kasat (Reskrim) saja nanti keterangannya. Jangan sama saya. ya,” ungkap Iqbal.

Dari rekontruksi ini, korban tewas akibat tikaman pisau di bagian pinggang. Korban tewas karena kehabisan darah, dan ditemukan tergeletak di depan salah satu ruko Jalan MT Haryono.

Mengamuk

Lindawati (46), isteri dari mendiang Monang alias Asun (48) mengamuk saat mengikuti gelar rekontruksi yang dilaksanakan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

Linda marah saat melihat tiga tersangka pembunuh suaminya masing-masing Rois Surya Hasibuan, Sapriadi alias Icikafe dan Alexander Manalu alias Alex Batak.

“Enggak ada otak kalian. Enak saja kalian membunuh,” teriak Linda sembari mengejar salah satu tersangka.

Melihat Linda mengamuk, kuasa hukumnya dari LBH Medan berusaha menenangkan. Linda kemudian ditarik ke tepi jalan agar tidak menyerang para tersangka.

Karena suasana mulai tidak kondusif, polisi pun membawa para tersangka ke dalam mobil tahanan. Para tersangka langsung diamankan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (g/01)

Berikan Komentar