Ini Identitas 6 Tersangka Korupsi BBM Truk Sampah Dinas Kebersihan Kota Medan

oleh -473 views
OTT di Dinas Kebersihan Kota Medan

garudaonline, Medan | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) merilis identitas 6 tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi bahan bakar minyal (BBM) jenis solar armada atau truk pengangkut sampah pada Dinas Kebersihan Kota Medan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting dalam keterangannya menjelaskan, ke-6 tersangka tersebut HF (Kabid Opersional Dinas Kebersihan Kota Medan), AS (PNS), HSP (tenaga harian lepas atau THL), M KHH (sopir truk), MI (THL atau petugas TPA) dan SW (karyawan SPBU Pinang Baris).

“Peran tersangka HA selaku Kabid Opersional Dinas Kebersihan Kota Medan, penerima uang dari tersangka AS. Sedangkan AS sendiri berperan memerintahkan tersangka HSP mengutip uang dari sopir dan disetor ke tersangka MI dan HA. Lalu tersangka HSP berperan sebagai pengumpul uang hasil penjualan voucher.

Sementara tersangka M KHH penerima serta penukar voucher ke tersangka SW. Kemudian tersangka MI yang merupakan petugas tempat pembuangan akhir (TPA) berperan sebagai tukang stempel dan tersangka SW penerima voucher dari M KHH serta menukarkan voucher dengan uang,” terang Rina.

Modus dugaan korupsi ini, sambung Rina, mobil truk pengangkut sampah Pemko Medan beroperasi setiap harinya sebanyak 220 unit dengan jumlah minyak 25 liter per hari dari lokasi pengangkutan sampai ke TPA seharusnya 2 trip, namun yang dilakukan hanya 1 trip.

“Di stempel di TPA sebanyak 2 kali seolah-olah mobil truk tersebut mengangkut sampah 2 trip perharinya. Setiap 2 hari sekali, petugas voucher BBM M KHH memberikan uang tunai kepada para sopir truk sebanyak Rp100.000, bukan voucher BBM yang 25 liter.

Kemudian voucher BBM tersebut ditukarkan kepada SW, karyawan SPBU Keloko Pinang Baris atas nama pemilik AS. Setiap minggunya, petugas sopir diwajibkan memberikan setoran sisa BBM kepada HF, Kasi Operasional Dinas Kebersihan Pemko Medan melalui Ali Sakti (PNS) yang dilakukan pengutipan kepada sopir HSP dan Ali Umar yang diberikan kepada MI dan diteruskan kepada Sutikno (Ka TPA Terjun Marendal).

Dengan demikian jika dihitung uangnya setiap hari = 16.562.500 per hari, kegiatan ini mulai tahun 2014 sampai dengan sekarang, sehingga mengalami kerugian keuangan negara Rp. 18.135.937.500,” papar Rina.

Menurut Rina, para tersangka ditangkap dari dua lokasi masing-masing di Kantor Dinas Kebersihan Kota Medan, Jalan Pinang Baris No 114, Medan dan Kantor TPA Terjun, Marelan.

Dari penangkapan itu, personel Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sumut menyita barang bukti uang sebangayak Rp 11.605.000, 20 blok voucher BBM Solar, surat perintah jalan (SPJ), stempel dan catatan kutipan harian.

Terhadap para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 12 Huruf (e) UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Uraian perkara dugaan Tindak Pidana Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuaut bagi dirinya sendiri,” pungkas Rina. (g/01)

Berikan Komentar