Ini Modus Pemerasan 450 Sekolah di Asahan

oleh -381 views
Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIK (tengah) dan anggotanya memperlihatkan barang bukti yang disita dari dua pelaku pemerasan.

garudaonline – Asahan | Seorang pemuda mengaku anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara dan temannya mengaku wartawan ditangkap personel Satreskrim Polres Asahan dalam kasus pemerasan.

Kedua pemuda berinisial HR dan SB ini disebut-sebut sering melakukan tindak pidana memerasan dan pungutan liar (pungli) terhadap para kepala sekolah di Asahan. Setidaknya sudah ada 450 kepala sekolah yang ada di Kabupaten Asan yang mereka peras.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIK menerangkan, modus operandi pemerasan kedua tersangka dengan cara menjual jam dinding bergambar Bupati dan Wakil Bupati Asahan hingga denah sekolah ke seluruh sekolah di Kabupaten Asahan.

“Cara mereka menjual ini memaksa para kepala sekolah di Kabupaten Asahan untuk membayar barang-barang itu. Ada sekitar 450 unit sekolah yang sudah diperas oleh kedua pelaku,” kata Bayu, Senin, (30/1/2017).

Dijelaskan, dari pemerasan dan pungli yang dilakukan kedua tersangka diperkirakan pihak sekolah mengalami kerugian hingga Rp200 juta. Dalam kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari kedua tersangka berupa jam dinding, denah dan kwitansi. Kedua tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(fidel)

Berikan Komentar