Jaksa akan Panggil Wali Kota Sibolga Awal Desember

oleh -161 views

garudaonline, Medan | Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk kembali akan dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen atas perintah majelis hakim untuk bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pada pembangunan rusunawa di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 6,8 miliar pada Kamis 1 Desember 2016 mendatang.

Hal itu disampaikan majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga dalam menangani perkara untuk dua terdakwa yakni Adely Lis alias Juli selaku Direktur PT Putra Ali Sentosa dan ‪Januar Efendy Siregar selaku mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga.

“Sidang yang dilanjutkan pada Kamis tanggal 1 Desember mendatang supaya saksi Syarfi Hutauruk dihadirkan,” pungkas hakim Parlindungan Sinaga kepada JPU Netty. Menurut hakim, Syarfi bakal menjadi saksi pamungkas pada perkara tersebut.

Selain Syarfi, JPU juga akan menghadirkan satu ahli untuk dimintai keterangannya pada sidang Selasa (6/12) mendatang. Usai sidang, JPU Netty menyebutkan, pemanggilan Syarfi untuk sidang berikutnya merupakan pemanggilan ketiga setelah sebelumnya batal hadir karena berhalangan.

“Kami sudah layangkan pemanggilan kepada yang bersangkutan, kami harapkan bisa hadir,” sebut jaksa wanita dari Kejatisu itu. Jika kembali tidak hadir pada panggilan ketiga, Netty mengaku tidak bisa berbuat banyak. “Kami hanya bisa berharap dia (Syarfi) hadir,” ungkapnya.

Sementara pada persidangan Selasa (29/11), JPU menghadirkan mantan Bendahara Keuangan Pemko Sibolga, Indra Sakti Ritonga sebagai saksi. Dalam keterangannya, Indra menjelaskan, untuk tanah seluas 7.171 meter persegi seharga Rp 6,8 miliar tersebut dilakukan pembayaran sebanyak dua kali.

“Tahap pertama dikirimkan Rp 1,425 miliar dari Rp 1,5 miliar setelah dipotong pajak Rp 75 juta. Tahap kedua ditransfer sejumlah Rp 5.046.827.500 ke rekening Bank Sumut Cabang Sibolga setelah dipotong pajak Rp 265.622.500,” jelasnya. (Endang)

Berikan Komentar