Jual Sabu, Janda Satu Anak Ini Dinasehati Hakim

oleh -230 views
Janda satu anak, terdakwa penjual sabu-sabu saat mengikuti sidang di PN Medan.

garudaonline, Medan | Majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik menasehati Nuraini. Pasalnya, wanita yang menjadi terdakwa itu mengaku menjual narkotika jenis sabu-sabu untuk menghidupi kebutuhan ekonomi anaknya.

Hal itu terungkap dalam sidang di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/10/2016).

“Kenapa kau jual sabu, apa gak ada kerjaan yang lain. Misalnya jual lontong?,” tanya hakim Erintuah ke Nuraini. Janda satu anak itupun menjawab pertanyaan hakim.

“Saya bisa jualan lontong, tapi saya butuh uang untuk menghidupi anak saya. Maklum pak hakim, semenjak pisah dengan suami. Saya harus menghidupi kehidupan sendiri,” ucap Nuraini sembari menatap hakim.‬

“Jadi berapa kau dapat setiap penjualan sabu itu?,” tanya hakim lagi.‬ Dengan polos, terdakwa Nuraini menjawab untuk penjualan satu jie sabu dia mendapat untung Rp200 ribu per hari.

Mendengarkan itu, hakim sempat terkejut mendengarkan ucapan terdakwa.‬ “Tapi kau tahukan bahwa perbuatanmu itu salah,” cetus hakim. “Tak tau saya cara cari uang yang cepat pak,” jawab terdakwa. ‪Dalam persidangan itu, terdakwa sedikit curhat soal perjalanan hidupnya.

Dia menyebutkan, alasannya bercerai karena tak tahan bersama suami yang hobbi main judi dan main pukul.

“Minta cerailah aku, tubuh selalu dipukulnya,” curhatnya.‬ “Walau kalian sudah bercerai janganlah jual sabu, gimana nasib anak mu,” ucap hakim.‬

Hakim Erintuah kembali menasehati terdakwa. “Udah nanti kalau kau keluar tobat lah, jangan ulangi lagi. Kasihan anak mu,” ujar hakim. Mendengar itu, terdakwa pun tertunduk.‬

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dan memerintah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emi Khairani Siregar menyiapkan tuntutan.‬

Sementara itu, JPU Emi menyebut dari tangan terdakwa, petugas dari Polsekta Medan Area menyita dua paket kecil sabu beratnya 0,38.‬

“Itu dulu ya, pokoknya segitu,” sebutnya sembari berlalu dengan menerima telepon seluler. (Endang)

Berikan Komentar