Kaca Mobil Dipecah, PNS Distan Siantar Dirampok

oleh -205 views

garudaonline – Siantar | Perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Kota Siantar. Tidak tanggung-tanggung, kejadian perampokan ini terjadi pada siang hari.

S Manullang (40) yang menjadi korban menerangkan, awalnya ingin membayar rekening listrik di loket pembayaran rekening listrik, Jalan MH Sitorus, Komplek Ruko MH Sitorus, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.

Namun, kedatangannya di loket pada Rabu (26/10/2016) sekira pukul 08.00 WIB terlalu cepat, karena pegawai di loket belum datang. Ia kemudian nongkrong di NC Club Herbal Life, masih di dalam komplek ruko.

Sedangkan mobilnya jenis minibus merk Chevrolet Spin LTZ nomor polisi (nopol) BK 808 SG diparkir di pinggir jalan depan loket pembayaran.

“Keenakan ngobrol di NC Club, tidak terasa sekira pukul 12.00 WIB. Kemudian ke arah mobil lah saya. Terkejut saya melihat kaca mobil sebelah kanan bagian tengah sudah pecah. Jadi berteriak lah,” ujar warga Perumahan Bersatu Maju, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kecamatan Siantar Martoba ini.

Saat berteriak itulah, salah seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendekati korban danmenjelaskan melihat perampokan modus kaca mobil tersebut.

“Kata anak SMP itu kalau kejadiannya baru saja sekitar 5 menit sebelum saya datang. Ada dua orang perampoknya katanya. Laki-laki. Satu masih muda dansatu sudah agak tua. Dua-duanya pakai naik kereta (sepeda motor) Yamaha Vixion warna merah hitam,” tambah Manullang.

Menurut Manullang dari keterangan siswa SMP tersebut, setelah mengambil barang dari dalam mobil, pelaku perampokan melarikan diri ke arah Jalan Kartini.

“Lari ke arah Jalan Kartini. Pasti melapor lah saya ini ke polisi. Memang tidak ada uang hilang. Tapi tas yang diambilnya. Tas itu di bangku tengah. Isinya buku rekening sama agenda gitulah. Tidak ada uang. Cuma tas itunya, berapalah harganya itu,” jelasnya.

Beberapa menit kemudian, Polresta Siantar kemudian mendatangi lokasi dan kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di TKP, korban mengaku bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertanian (Distan) Kota Siantar.(HT)

Berikan Komentar