Kasasi MA: Ong Diganjar 9 Tahun dan Sutardodo 8 Tahun

oleh -359 views

garudaonline – Siantar | Permohonan upaya hukum kasasi yang dilakukan dua terdakwa kasus narkotika jenis sabu yakni Atan Makmur alias Ong dan oknum polisi Briptu Eriawan Sutardodo Simarmata telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA).

Untuk kasus Ong, kasasi di MA dengan nomor register kasasi itu 1321 K/PID.SUS/2016 dengan pengadilan pengaju dari Siantar. Tanggal putusan pada 26 Agustus 2016 dengan amar putusan yakni kabul. Adapun hakim dalam kasasi tersebut adalah Maruap Dohmatiga Pasaribu, Eddy Army dan Sri Murwahyuni.

Sementara itu, untuk Sutardodo yakni dengan nomor register 1328 K/PID.SUS/2016 dengan pengadilan pengaju dari Siantar. Sedangkan nomor surat pengantar yakni W2.U2/1088/PID.01.10/VI/2016 dengan tanggal masuk pada 21 Juni 2016.

Putusan ini dikeluarkan tiga hakim, yakni Surya Jaya, Sri Murwahyuni dan Artidjo Alkostar dengan panitera pengganti Muhammad Eri Justiansyah. Adapun tanggal putus pada 21 September 2016.

AR Manurung selaku Panitera Muda Pidana di Pengadilan Negeri (PN) Siantar mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima salinan putusan resmi atas kasasi dengan terdakwa Atan Makmur alias Ong. Sedangkan untuk terdakwa Briptu Eriawan Sutardodo Simarmata, PN Siantar masih hanya petikan putusan.

“Untuk Ong sudah duluan nyampe itu (salinan putusan). Tapi untuk Sutardodo masih petikannya saja yang baru dikirim. Belum semua isi putusannya,” ujarnya singkat ketika ditemui di PN Siantar, Jumat (21/10/2016).

Adapun isi putusan kasasi di MA, terdakwa Ong diputus dihukum dengan pidana penjara selama 9 tahun. Sedangkan untuk Sutardodo, diputus oleh majelis hakim di MA selama 8 tahun penjara. “Ong 9 tahun. Sutardodo 9 tahun. Lupa saya denda sama subsidernya,” ucap Manurung.

Diketahui untuk terdakwa Ong sendiri, hukuman pidana penjara yang diputus oleh MA lebih tinggi satu tahun dibandingkan putusan majelis hakim di tingkat PN Siantar maupun Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Di PN Siantar, Ong dihukum pidana penjara selama 8 tahun yang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar terdakwa dihukum pidana penjara selama 15 tahun. Majelis hakim di PN Siantar berpendapat bahwa terdakwa termasuk dalam Justice Collabolator (saksi pelaku yang bekerja sama).

Sedangkan banding yang dilakukan jaksa maupun terdakwa di PT Medan, diputuskan bahwa terdakwa dihukum pidana penjara selama 8 tahun dan pihak PT Medan menguatkan status terdakwa sebagai Justice Collabolator.

Untuk Sutardodo, terdakwa ini dituntut Jaksa Penuntur Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 15 tahun dan majelis hakim PN Siantar memutuskan terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Saat banding di PT Medan, terdakwa dijatuhi hukuman yang jauh lebih rendah dibandingkan putusan di PN Siantar yakni selama 5 tahun penjara.(BS/HT)

Berikan Komentar