Kasubsi Peralihan BPN Sibolga Ditegur Hakim karena Beri Keterangan Berbelit

oleh -255 views

garudaonline, Medan | Karena memberikan keterangan berbelit, Ade Samudra selaku Kasubsi Peralihan BPN Sibolga ditegur oleh majelis hakim yang diketuai oleh Parlindungan Sinaga.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi pada pembangunan rusunawa di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 6,8 miliar dengan terdakwa Adely Lis alias Juli selaku Direktur PT Putra Ali Sentosa dan Januar Efendy Siregar selaku mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga di Cakra IV Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (27/10/2016).

Dalam kesaksiannya, Ade mengaku tidak mengetahui surat kuasa atau asal muasal kepemilikan lahan. Bahkan, ketika ditanya hakim anggota maupun ketua majelis hakim terkait di dalam akte jualbeli antara Harri Susanto kepada Adeli Lis.

“Apakah ada surat kuasa dari Harris Candra kepada Harri Sutanto,” tanya hakim. “Yang mana majelis, kalau akte jual beli antara Harri Susanto kepada Adeli Lis ada,” ucap Ade dengan nada gugup.

“Coba kau dengar baik-baik pertanyaan ku ini dan kau simak dengan baik. Masalah surat kuasanya dari Harris Candra kepada Harri Sutanto?,” sergak hakim Parlindungan.

“Kalau itu pak saya tidak tahu, sebagaimana biasanya di dalam surat tertera atas nama Harri Sutanto maka tidak melakukan kroscek lagi, terlebih sudah tertera jelas,” jawab saksi Ade.

Mendengar itu, hakim Parlindungan kembali bertanya. “Jadi pernah kau lihat surat kuasanya itu ? Yang benarlah kalian kalau jadi saksi harus menceritakannya yang sebenarnya,” ujar hakim. “Cuma itu pak hakim, mungkin yang sebelum saya yang tahu,” ucap saksi.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa Harris Candra tak pernah memberikan kuasa kepada Harri Sutanto sebagai dari proses penyidikan bahwa kuasa itu dipalsukan oleh Suroso dan Suhaimi.

Majelis hakim juga memaparkan kepada saksi bahwa keduanya mengaku telah disuruh oleh notaris Veronica untuk menandatangani dengan jaminan tidak ada masalah di kemudian harinya.

Namun lagi-lagi, Ade juga terlihat kebinggungan dan salah tingkah. Dimana dirinya tetap bersikukuh tak pernah melihat surat kuasa tersebut. Hal yang sama juga terjadi kepada saksi Edison selaku Kasi Hak dan Pendaftaran Tanah BPN Sibolga.

“Lupa saya pak hakim, namun yang saya ingat memang ada pengajuan peralihan dari Adeli Lis kepada Pemko Medan,” ucap Edison.

Masih dalam persidangan sama, Syahril pada waktu menjabat Lurah Aek Manis, mengaku dalam kasus ini tidak mengetahui secara rinci.

“Waktu pak Sahat menjabat Camat Sibolga Selatan, menelpon saya untuk datang ke kantor karena ada yang mau ditangani sesuai arahan Walikota Sibolga,” cetus Syahril.

Mendengar jawaban itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen menanyakan, apakah arahan itu langsung dari Walikota Sibolga atau Camat Sibolga Selatan. “Saya ralat, itu dari Camat Sibolga Selatan bukan dari Walikota,” ungkap Syahril. (Endang)

Berikan Komentar