Kejati Sumut Periksa Konsultan Proyek Terminal Amplas

oleh -258 views

garudaonline, Medan | Kejati Sumut melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yang merupakan konsultan proyek, Rabu (25/1/2017).

“Kita melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yang merupakan konsultan proyek,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengusut kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Medan bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2014-2015 senilai Rp10 miliar.

Menurut Sumanggar, sebenarnya ada tiga saksi yang dipanggil hari ini. “Sedangkan satu lagi absen dengan alasan belum menerima surat panggilan,” lanjut Sumanggar.

Disinggung siapa saja nama dua saksi itu, Sumanggar enggan membeberkannya. “Kalau nama-namanya saya tidak ada,” cetus mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Binjai itu.

Selain itu, Kejatisu masih enggan membeberkan identitas ketiga tersangka dengan alasan untuk mempermudah proses penyidikan. Proyek tersebut dianggap amburadul dan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Seperti diketahui, permasalahan yang timbul dalam proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas ini dikabarkan pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja. Sehingga pekerjaan dinilai amburadul serta tidak maksimal.

Akan tetapi, serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemko Medan menganggarkan revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp 10 miliar. Sedangkan untuk revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp 8 miliar.

(endang)

Berikan Komentar