Kejatisu Optimalkan Penyidikan Kasus Korupsi Revitalisasi Terminal Amplas

oleh -309 views

garudaonline, Medan | Untuk mengoptimalkan penyidikan kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Medan bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2014-2015 senilai Rp 10 miliar, Kejati Sumut telah menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi pada Rabu (25/1) mendatang.

“Tim penyidik mengagendakan pemeriksaan dua saksi pada Rabu (25/1/2017),” kata ‎Kasubsi Humas dan Penkum Kejati Sumut, Yos Gernold Tarigan kepada wartawan, Minggu, (22/1/2017).

Mengenai identitas saksi yang akan diperiksa, Yos enggan membeberkannya. Namun, keterangan saksi untuk melengkapi proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara ketiga tersangka tersebut.

“Keterangan saksi ini diperlukan untuk mengoptimalkan penyidikan. Pihak-pihak terkait selama diperlukan penyidikan akan dimintai keterangannya,” jelasnya.

Meski begitu, Kejatisu masih enggan membeberkan identitas ketiga tersangka dengan alasan untuk mempermudah proses penyidikan.

Seperti diketahui, permasalahan yang timbul dalam proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas ini dikabarkan pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Sehingga pekerjaan dinilai amburadul serta tidak maksimal. Akan tetapi, serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemko Medan menganggarkan revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp 10 miliar. Sedangkan untuk revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp 8 miliar.

(endang)

Berikan Komentar