Kejatisu Periksa 3 Tersangka Korupsi Revitalisasi Terminal Terpadu Amplas Usai Tahun Baru

oleh -194 views

garudaonline, Medan | Tiga tersangka kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Medan bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2014-2015 senilai Rp10 miliar, beserta saksi-saksi dijadwalkan akan diperiksa penyidik Kejati Sumut pada bulan ini.

“Penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ketiga tersangka usai tahun baru ini,” kata Kasubsi Penkum dan Humas Kejati Sumut, Yos Gernold Tarigan kepada wartawan, Selasa (3/1/2017).

Meski begitu, penyidik masih menutup rapat-rapat identitas ketiga‎ tersangka. Penyidik beralasan diumumkannya nama ketiga tersangka melalui media, akan menghalangi proses hukum dan penyidikan.

“Bisa saja nanti tersangka kabur, menghilangkan barang bukti dan memperlambat proses hukum yang tengah dilakukan,” cetusnya. Proyek tersebut dianggap amburadul dan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Salah satu poin proyek dikerjakan dengan amburadul adalah adanya Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan yang dilanggar.

“Kemudian, belum selesai (pekerjaan) sudah dilakukan serah terima. Banyak pekerjaan yang tidak sesuai kontrak” terangnya.

Hasil penyidikan sementara dari pengecekan fisik, penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp500 juta.

Seperti diketahui, permasalahan yang timbul dalam proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas ini dikabarkan pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja. Sehingga pekerjaan dinilai amburadul serta tidak maksimal.

Akan tetapi, serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemko Medan menganggarkan revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp10 miliar. Sedangkan untuk revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp8 miliar.

(endang)

Berikan Komentar