Kejatisu Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Revitalisasi Terminal Amplas

oleh -211 views

garudaonline, Medan | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2014-2015 senilai Rp 10 miliar.

Sayangnya, penyidik Kejatisu enggan menyebutkan siapa-siapa saja nama tersangka tersebut.

“Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, tapi belum bisa diekpose nama-nama tersangka,” kata Kasubsi Penkum Kejati Sumut, Yos Gernold Tarigan kepada wartawan, Kamis (8/12/2016).

Yos melanjutkan, dalam penanganan kasus korupsi ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi, salah satunya termasuk mantan Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kota Medan, Gunawan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Bendahara Dinas Perkim Kota Medan serta seorang rekanan.

Saat ditanya kapan mengekspose nama ketiga tersangka, Yos menjelaskan, saat ini penyidik tengah proses pengembangan dan pengumpulan data.

“Kita berikan support buat tim penyidik agar dapat bekerja fokus dan secepatnya dapat menyampaikan ke publik,” jelasnya.

Permasalahan yang timbul dalam proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas ini dikabarkan pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Sehingga pekerjaan dinilai amburadul serta tidak maksimal. Akan tetapi, serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015.

Selain itu, Kejatisu juga tengah berkoordinasi dengan auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut untuk melakukan penghitungan kerugian negara. “Masih dilakukan penghitungan kerugian negara tersebut,” ungkap Yos.

(Endang)

Berikan Komentar