Kepala BNN: Jangan Ragu Tembak Pembawa Narkoba di Atas 1 Kg

oleh -158 views

garudaonline – Medan | Status darurat narkoba yang belum lama ini digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan analisis data pengguna narkoba yang berjumlah sekira 5 juta orang di Indonesia, masih menjadi perhatian BNN untuk diteruskan ke seluruh jajaran personel kepolisian dan BNN di seluruh provinsi tak terkecuali Sumut.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) bersama rombongan melakukan kunjungan ke Mapolda Sumut disambut Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan para pejabat utama Poldasu di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Rabu (21/12/2016).

Pada kesempatan itu, Komjen Budi Waseso memberikan motivasi personel Polda Sumut khususnya pengemban fungsi tugas Krimum, Krimsus dan Res Narkoba Polda Sumut dan jajarannya agar berperan aktif dan turut serta membantu Ditres Narkoba Polda Sumut maupun BNNP Sumut dalam upaya memerangi narkoba.

Komjen Buwas menegaskan, tidak ada penekanan dan paksaan dalam menjalankan tugas menjadi anggota Polri. Pelaksanaan tugas menurut Buwas harus dikerjakan dengan ikhlas dan jujur dalam rangka mengabdi pada negara.

Sebab dikatakannya, apabila dikerjakan dengan ikhlas dan jujur maka tugas itu berbuah kebaikan dan akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

“Sebagai anggota Polri jangan menjadi pengkhianat, kita harus mempertahankan institusi Polri dari orang-orang yang mengacaukan institusi Polri mengatasnamakan suatu instansi.

Sebagai anggota Polri abdi negara jangan sekali-kali menggadaikan institusi hanya untuk merasa hebat. Kita bekerja harus mempunyai komitmen yang kuat untuk maju, terlebih dalam upaya perang terhadap narkoba,” tegas Buwas.

Buwas menyampaikan kepada para penyidik Ditres Narkoba, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Sumut agar bekerja dengan independen sesuai dengan fakta yang terjadi sebenarnya. Dirinya menekankan agar para personel tidak “bermain” dengan kasus yang dikatagorikan sebagai kejahatan Institusi.

“BNN RI seluruh Indonesia personelnya berjumlah 4.673 personel. Tindak pidana narkoba sangatlah meningkat sehingga tidak sesuai untuk mengcover wilayah yang begitu luas. Apalagi banyaknya pelabuhan tikus yang digunakan oleh bandar narkoba untuk meloloskan barang haram tersebut,” katanya.

Untuk mendukung kinerja di lapangan, BNN RI telah menerima 1.800 pucuk senjata dan rompi yang akan dibagi ke seluruh BNN di wilayah untuk digunakan dalam memburu bandar-bandar narkoba.

“Jangan ragu-ragu menembak mati para bandar apalagi yang membawa narkotika di atas 1 kg karena para bandar narkoba itu telah banyak membunuh generasi penerus bangsa,” pungkas Buwas.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyatakan, menyambut baik kunjungan Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso beserta rombongan di Polda Sumut.

Menurut Rycko, kasus narkoba di wilayah hukum Sumut memang cukup tinggi dimana data pengungkapan kasus narkoba oleh Ditresnarkoba Polda Sumut periode Januari – Nopember 2016 yaitu Jumlah kasus 5.201 kasus dengan penyelesaian kasus 4.956 kasus.

“Dari kasus-kasus itu jumlah tersangka mencapai 6.410 orang, dan untuk barang bukti yang diamankan diantaranya berupa heroin 1000 gram, sabu 158.288,57 gram, pil ekstasi 52.294 butir, ganja 2.653,58 kg, pohon ganja 54.183 batang, ladang ganja 9 Ha dan biji ganja 1.340,86 gram, pil happy five 7.470 butir,” jabar Rycko.

(g/10)

Berikan Komentar