Kepala BNNP Sumut: Sindikat Narkoba di Sumut Gunakan Metode Terputus

oleh -612 views
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto

garudaonline, Medan | Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto mengakui, sindikat dan jaringan peredaran narkoba di Sumatera Utara (Sumut) menggunakan metode terputus.

“Para gembong narkoba itu, menggunakan metode jaringan terputus sehingga untuk masuk ke jantung gembongnya agak sulit dan butuh waktu penyelidikan serta pengintaian yang tidak sedikit,” kata Andi, Kamis (20/10).

Menurut Andi, metode terputus itu dilakukan sindikat pengendar mulai dari gembong, bandar, kurir hingga pengguna agar tidak saling mengetahui dan tidak menggunakan alat komunikasi elektronik saat melakukan transaksi. Namun, dilakukan secara manual sehingga tim yang melakukan pengumpulan informasi di lapangan mengalami kesulitan.

“Antara gembong dengan bandar belum tentu saling mengenal walau mengetahuinya. Begitu juga dengan bandar dengan kurir, atau antara bandar dengan bandar. Sehingga, begitu kurirnya kita tangkap belum tentu langsung bisa menangkap bandarnya,” ujarnya.

Disisi lain, sambung dia, meskipun kurirnya mengenal dan mengetahui sang bandar, tapi ada juga yang tidak mau buka mulut karena berbagai faktor tertentu dan hal lainnya.

“Itu makanya untuk mengungkapnya kita kesulitan, di samping Undang-undang (UU) tentang pemberantasan narkoba itu belum kuat. Sebab, penjara bukan lagi membuat para pelaku untuk bertobat. Bandar mungkin memberikan janji kepada kurir akan memberikan suplaian narkoba sekalipun dalam penjara,” sebutnya.

Kemudian, sambungnya, untuk langsung masuk ke jantung pertahanan para bandar dan gembongnya, perlu alokasi dana yang banyak sehingga bisa melakukan undercover buy (melakukan pembelian dengan penyamaran).

“Semua harus mendukung, mulai dari dana, kesiapan anggota dan lainnya termasuk alat,” terangnya menyebut, penyebaran narkoba ke seluruh penjuru Indonesia berasal dari Sumut.

“Narkoba itu disuplai dari Malaysia ke Aceh lalu ke Medan. Dari Medan barulah didistribusikan ke seluruh penjuru kota di Indonesia. Makanya kita menyebut Sumut ini adalah tempat transit narkoba terbesar di Indonesia saat ini,” terangnya. (g/10)

Berikan Komentar