Kerugian Negara Kasus Korupsi Videotron Dihitung Ulang

oleh -111 views

garudaonline – Medan | Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana informasi massal (videotron) di Disperindag Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2013 senilai Rp3,1 miliar, yang dilakukan auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, terpaksa tertunda dan harus diulang. Pasalnya, sebagian besar auditor telah berpindahtugas.

“Kita harus ekspose ulang lagi di sana (BPKPK Sumut) karena sebagian besar auditor telah dipindahtugas,” kata Kajari Medan, Olopan Nainggolan kepada wartawan, Minggu (29/1/2017).

Olopan tak dapat memastikan kapan audit kerugian negara perkara ini rampung. Meski begitu, ia menyebut, tim penyidik akan bergerak ke penetapan tersangka setelah audit dan keterangan ahli diperoleh.

“Kalau hasil penghitungan kerugian negaranya selesai, kita bergerak untuk penetapan tersangka,” cetus mantan Aspidum Kejati Bali ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah mengaku seharusnya penyidik sudah melakukan jemput paksa terhadap calon tersangka dalam perkara ini yakni Direktur CV Tanjung Asli, Hellius selaku rekanan.

“Sudah kita kunci tinggal kita jemput, calon kuat tersangka. Tapi karena audit kerugian negaranya harus ekpose ulang, belum bisa kami lakukan,” kata Haris.

Setelah mengunci Hellius, antisipasi melarikan diri juga telah dilakukan dengan menjalin koordinasi dengan penyidik untuk memantau keberadaan Hellius.

“Alamat perusahannya di Medan. Kemungkinan-kemungkinan apabila melarikan diri, kita sudah koordinasi dengan beberapa pihak,” sebut Haris.

(endang)

Berikan Komentar