Korupsi Kapal Air, Pejabat Dairi Dituntut 5 Tahun

oleh -161 views

garudaonline, Medan | Jaksa penuntut umum (JPU), Yunus Zega menuntut terdakwa Syahputra Kaloko selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) selama 5tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Ia dinilai jaksa terbukti bersalah melakukan korupsi pada pengadaan kapal wisata senilai Rp 395 juta pada Dinas Pariwisata Pemkab Dairi dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2008.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan,” ujar JPU dari Kejari Sidikalang itu dihadapan majelis hakim yang diketuai Didik Setyo Handono di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (14/10).

Menurut jaksa, dalam kasus ini terdakwa dinilai bersalah karena tidak melakukan pengecekan terhadap kapal yang akan dipergunakan di obyek wisata Silalahi Danau Toba.

Padahal, terdakwa ikut saat serah terima kapal tanggal 10 Desember 2008. Bukan hanya itu, terdakwa juga ikut menandatangani serah terima kapal dari rekanan ke Pemkab Dairi.

Hal lainnya yang menjadi pertimbangan, yakni bahwa kapal tersebut hingga saat ini tidak jelas keberadaannya. Pada Januari 2009, kapal itu sudah tidak ada lagi. Rekanan yang ditunjuk tak kunjung menyerahkan kapal tersebut.

“Saat ditanyakan ke terdakwa, ia tidak mengetahui keberadaan kapal tersebut. Akibatnya, negara mengalami kerugian. Tujuan Pemkab Dairi untuk meningkatkan wisata di Kabupaten Dairi terpaksa dibatalkan,” jelas jaksa.

Menanggapi tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang mendatang. Hakim pun menunda sidang pada pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan dari terdakwa. (Endang)

Berikan Komentar