Kuasa Hukum Rawi akan Lapor ke Komnas HAM, Polisi: Laporkan Saja

oleh -158 views

garudaonline – Medan | Polda Sumut tak gentar dengan ‘ancaman’ tim kuasa hukum keluarga Rawi (40), terduga pengatur skenario pembunuhan berencana Indra Gunawan alias Kuna (45), pengusaha senjata api (senpi) Air Softgun, yang akan melaporkan kasus kematian kliennya itu ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).

“Laporkan saja. Buat saja laporannya. Itu yang terpenting, daripada berpolemik. Biar tahu bukti-bukti dan faktanya. Kita mempersilakan mereka (tim kuasa hukum Rawi) untuk melaporkan itu,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menanggapi rencana laporan kuasa hukum Rawi, Julheri Sinaga, (23/1/2017).

Sementara Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah membantah pihaknya melakukan salah prosedur dalam menangani kasus Kuna. Tapi, dia enggan memberi penjelasan lebih detail. Dia mengarahkan konfirmasi masalah itu ke Polrestabes Medan.

“Oh nggak ada. Jadi gini, karena semua sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan, jadi konfirmasi satu pintu ke Kapolrestabes Medan. Jangan saya sampai memberikan statement tidak sama dengan Kapolrestabes Medan. Sudah perintah Kapolda,” jawabnya.

Sementara, Julheri Sinaga dan rekan-rekannya, selaku kuasa hukum Raja dan Rawi, kepada wartawan menyatakan, pihaknya akan mengajukan gugatan ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).

Ini berkaitan dengan adanya indikasi Rawi sengaja dihabisi polisi saat ditangkap di kediamannya kemarin. Di kesempatan itu, Julheri Sinaga secara tegas menyatakan, polisi gagabah hingga menembak mati Rawi.

Dia juga memberikan penilaian yang sama terhadap kinerja polisi atas penangkapan Siwaji Raja.

“Ini polisi gegabah. Karena yang dituduh sebagai pelaku, si Rawi kan sudah meninggal. Karena dari statement Kapolda semalam (Kamis), dalam pers rilis yang dibuat, yang merencanakan adalah klien saya, si Raja.

Yang membagi-bagi uang adalah si Rawi, almarhum. Eksekutornya si Putra. Ini kan sudah mati, bagaimana bisa ditarik sebagai hubungan antar pelaku-pelaku yang sudah mati itu. Jadi saya pikir, ini terlalu gegabah,” sebutnya.

(g/10)

Berikan Komentar