Lagi, Poldasu Amankan 12,6 Ton Bawang Ilegal asal India

oleh -333 views
Wadir Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Maruli Siahaan (tengah) didampingi Kasubdit I/Indag, AKBP Ikhwan Lubis dan Staf Humas, Kompol Elly memperlihatkan barang bukti bawang, Kamis (24/11)

garudaonline, Medan | Personel Subdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara kembali mengamankan 12,6 ton bawang merah ilegal asal India, Kamis (24/11/2016).

Pengungkapan ini merupakan kali keduanya. Sebelumnya, Rabu (23/11/2016), Subdit I/Indag juga menyita 18,9 ton bawang ilegal asal India dari gudang di Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, KecamatanMedan Sunggal, Kota Medan.

Bawang merah tanpa dokumen seberat 12,6 ton itu diamankan dari 2 lokasi berbeda. Pertama, di Jalan Lintas Asahan-Pematangsiantar Nagori Siantar Estate, Pematangsiantar dan di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), Jalan Lintas Medan-Tebingtinggi, Sei Bamban, Serdang Bedagai (Sergai).

“Pertama kita amankan mobil truk Colt Diesel BK 8044 VR bermuatan bawang impor asal India sebanyak 700 karung yang masing-masing karung seberat 9 kilogram tanpa dokumen.

Kedua yang kita amankan mobil box colt diesel BK 9536 YG, isinya sama bawang ilegal asal India, sebanyak 700 karung dengan berat masing-masing karung 9 kilogram,” terang Wadir Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Kamis (24/11/2016).

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan tiga orang, yakni sopir truk Colt Diesel berinisial KS, sopir mobil box berinisial FS beserta kernetnya, RP.

Dijelaskannya, bawang merah ilegal yang berasal dari Gudang Esdengki, Tanjung Balai tujuan Siantar dan Medan itu, masuk dari jalur tikus di Kabupaten Asahan.

“Ini (bawang merah ilegal) masuknya dari Asahan. Tujuannya untuk dipasarkan di Siantar dan Medan. Kita masih terus menyelidiki, ini punya siapa, kepada siapa akan dijual,” terangnya.

Untuk kerugian negara yang berhasil diamankan, sebut Maruli, sebesar Rp240 juta. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 102, 103 dan 104 Undang-Undang (UU) No.17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No.10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

“Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar,” timpal Ikhwan. (g/10)

Berikan Komentar