Lagi, Timsus Polda Sumut Ringkus Pemeras Proyek Dinas Bina Marga

oleh -303 views
Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah, Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Katimsus AKBP Sandy Sinurat merilis hasil tangkapan tersangka pemeras proyek Dinas Bina Marga

garudaonline, Medan | Timsus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut membekuk Suherman (39) warga Jalan Rawe VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (17/11) dini hari. Pasalnya, ketua ranting salah satu organisasi kepemudaan masyarakat (OKP) ini diduga terlibat pemerasaan.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menyatakan, Suherman telah melakukan pemerasan dan mengancam pengawas Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga Pemko Medan. Pengawas PU Dinas Marga ini kemudian melaporkan pemerasan itu ke Polda Sumut, berdasarkan LP/1505/XI/2016/SPKT III.

Dalam laporan itu, pelapor dihubungi terlapor untuk memberikan uang senilai Rp4 juta. Dalihnya, uang Rp4 juta itu untuk pembinaan 3 OKP dan 1 serikat buruh. Jika tidak memberikan uang, pelapor yang tengah melakukan pengerjaan pengaspalan jalan, tak dapat berlansung.

Mulanya, pelapor tak menggubris ucapan terlapor dari sambungan selular tersebut. Namun belakangan, terlapor kerap menghubungi. Pelapor yang merasa ketakutan, kemudian menyerahkan Rp500 ribu sebagai dana awal. Sisa uangnya, pelapor akan menyerahkan pada 17 Novemer 2016.

“Kita tadi pagi sekitar jam 4 melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pengurus salah satu OKP di Medan Labuhan. Tersangka ini melakukan pemerasan terhadap salah satu pengusaha pengaspal jalan,” ujar Nurfallah didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat.

Suherman terjaring OTT saat hendak menyerahkan sisa uang dari pelapor. Nurfallah menambahkan, OKP yang dibina oleh Suherman sudah terbiasa melakukan pemerasan tersebut.

“Dalih tersangka untuk uang pembinaan OKP. Berdasarkan pengakuan tersangka, sudah 2 bulan berjalan,” tambah mantan Dir Reskrimum Polda Aceh ini.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 lembar kwitansi asli yang isinya penerimaan uang sebesar Rp2 juta oleh Suherman dengan dilengkapi cap dari salah satu OKP. Selain itu, juga 5 lembar Rp100 ribu.

Timsus Dit Reskrimum Polda Sumut menilai, Suherman melakukan pemerasan tak sendiri. Empat orang lainnya berinisial A, AK, Z dan N yang diduga turut terlibat, masih dalam pengejaran. Suherman disangkakan Pasal 368 ayat (1) atau Pasal 335 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 9 tahun.

“Kami harap kepada OKP-OKP untuk tidak lagi meminta uang mengatasnamakan organisasi maupun perseorangan. Perintah Pak Presiden Jokowi, seluruh pungutan liar harus diungkap,” tegas Nurfallah. (g/10)

Berikan Komentar