Lakukan Praktik Aborsi Ilegal, Bidan Ria Dituntut 1,5 Tahun

oleh -278 views

garudaonline, Medan | Jaksa penuntut umum (JPU), Kadlan Sinaga menuntut Ria Ayu Lestari selama 1 tahun 6 bulan penjara. Bidan itu dinilai JPU terbukti telah ikut membantu menggugurkan kandungan Lisda br Harahap di Klinik Budi Mulia, Jalan Medan-Binjai KM 12, Sei Semayang, Sunggal.

“Menuntut terdakwa Ria Ayu Lestari selama 1 tahun 6 bulan,” tandas JPU Kadlan Sinaga di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/1/2017).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sabarulina Ginting, JPU Kadlan menegaskan, bahwa terdakwa Ria terbukti melanggar Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dalam kasus ini, dua terdakwa lain yakni dr Jihar Sinaga dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan Erikson Sinaga dituntut 3 tahun penjara. JPU meyakini kedua terdakwa ditangkap polisi saat melakukan aborsi terhadap Lisda br Harahap yang lagi hamil 3 minggu pada 9 Mei 2016 lalu.

Saksi korban mengakui, sebelum ke Klinik Budi Mulia terlebih dahulu dirinya berobat ke Klinik Ridho di Jalan Medan-Binjai KM 12, Sei Semayang, Sunggal. Saat itu, korban merasa sakit perut ditangani dr Nova.

Tapi, setelah diberi obat, korban malah pendarahan. Kemudian, dr Nova menyarankan korban berobat ke Klinik Budi Mulia yang lokasinya tidak jauh dari Klinik Ridho.

Menurut korban, setelah ditangani dr Jihar Sinaga di Klinik Budi Mulia, akhirnya praktek aborsi itu berhasil diungkap aparat kepolisian. Selain dr Jihar, turut diamankan dr Erikson Sinaga selaku pemilik Klinik Budi Mulia berikut Ria Ayu Lestari bidan di klinik tersebut.

(endang)

Berikan Komentar