Lepas Tukang Rekap Togel, Oknum Polsek Sipahutar Diperiksa Provost

oleh -539 views

garudaonline – Tarutung | Oknum anggota polisi berinisial Aipda HS, diperiksa Provost Polres Taput. Pasalnya, pria yang bertugas di Polsek Sipahutar itu diduga melepas tukang rekap judi togel setelah diberi uang Rp1 juta.

Informasi dihimpun, Senin (12/9) sekira pukul 15.00 WIB, seorang tukang rekap judi togel Robinson Simangunsong ditangkap di sebuah warung kopi di Dusun Siate-ate, Desa Tapian Nauli II, Kecamatan Sipahutar.

Setelah diamankan, selanjutnya oknum polisi tersebut diduga meminta uang Rp1 juta agar Robinson dilepaskan. Setelah permintaan tersebut dikabulkan, maka Robinson dilepaskan.

Ternyata, kasus ini dilaporkan kalangan masyarakat setempat ke Polsek Sipahutar dan akhirnya berkembang sampai ke Polres Taput. Pihak Provost Polres Taput pun langsung turun ke lapangan dan menanyakan kebenaran kasus tersebut kepada Robinson dan kepala desa setempat.

Di beberapa desa binaan Aipda HS, judi togel/kim marak semakin marak. Namun, selama ini tidak ada yang diproses secara hukum, tapi kali ini terungkap.

“Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga,” ujar warga setempat mengibaratkan Aipda HS yang diduga sudah sering melakukan perbuatan yang sama.

Anggota Polsek Sipahutar tersebut ditugaskan atasannya selaku Babin Kamtibmas untuk lima desa, yakni Desa Tapian Nauli II, III dan Desa Sabungan Ni Huta III, IV dan V dan dikenal agak lihai cari uang. Namun sangat disesalkan bahwa Aipda HS dikenal sombong dan kurang menghargai sesama rekannya dan atasannya .

Sementara itu, Kapolres Taput AKBP Dudus HD Sik melalui Kasubag Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan kasus tangkap lepas tukang rekap judi togel tersebut.

“Benar, Aipda HS tadi sudah mulai diperiksa Provost. Setiap pelanggaran disiplin tetap akan diproses. Saat ini dia sedang diperiksa Provost,” ujar Baringbing ketika dikonfirmasi, Selasa (4/10) .

Diberitakan sebelumnya, baru-baru ini Kapolres Taput AKBP Dudus memberikan penghargaan (reward) bagi personel yang berhasil dan memberikan hukuman (punishment) kepada personel yang nakal.

Namun sangat disesalkan, disaat saat tegasnya pembinaan yang diterapkan AKBP Dudus, masih ada juga anak buahnya yang nakal.

Kepala Desa Tapian Nauli II Linjon Simangunsong saat dihubungi wartawan, Selasa (4/10) membenarkan kasus tersebut terjadi di desanya.

“Baru-baru ini benar tiga orang petugas Provost dari Polres Taput sudah datang ke rumah untuk menanyakan hal tersebut. Masyarakat berharap agar kasus oknum Polsek Sipahutar tersebut diusut tuntas agar menimbulkan efek jera. Sehingga kasus judi togel tidak terulang di desa kami ini,” ujar Linjon Simangunsong.(Nta)

Berikan Komentar