Mabes Polri: Teroris Terbukti Manfaatkan Aksi ‘411’

oleh -374 views

garudaonline – Jakarta | Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, aksi unjuk rasa Bela Islam Jilid II, pada Jumat (4/11/2016) lalu dimanfaatkan oleh teroris untuk melancarkan aksinya dengan cara melakukan penyusupan, dan berencana melakukan permufakatan jahat.

“Mereka tujuannya ingin merebut senjata. Tetapi, anggota kami waktu itu tidak bersenjata,” kata Boy kepada wartawan di Mabes Polri, Sabtu (26/11/2016).

Menurutnya, polisi telah menangkap 9 orang terduga teroris, dan di antaranya ada yang langsung dibaiat oleh pimpinan Islamic State Irak and Syam (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi. Mereka ini mendukung penuh perjuangan WNI yang akan berangkat berperang ke Suriah dan Irak.

“Mereka mendukung pergerakan Daulah Islamiyah (DI) ISIS agar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Boy menambahkan, kesembilan terduga teroris itu adalah Saulihun alias Abu Nusaibah alias Abu Hilyah alias ‎Abu Husnia alias Abu Faqih alias Abu Islam alias Abu Hasan alias Abu Iksan alias Pak Slamet, Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni, Reno Suharsono alias Kholid alias Jack alias Alex, Wahyu Widada, Dimas Adi Saputra alias Ali, Ibnu Aji Maulana alias Ibnu alias Indra, Fuad alias Abu Ibrohim, Zubaidar, dan terakhir Agus Setyawan alias Agus alias Andi Syahputra.

“Jadi kata-kata pendompleng di demo itu bukan omong kosong. Kelompok ini bermain di air keruh. Mereka ikut kegiatan seolah sama, tapi dia punya agenda terselubung. Mereka lihat momennya pas. Sejauh ini kami belum lihat ada indikasi terkait dengan koordinator demo,” ungkapnya.

Menurutnya, pendomplengan tersebut sempat diucapkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Jadi ucapan Kapolri yang bilang aksi 4 November disusupi kelompok radikal itu benar. Buktinya dilakukan penangkapan pada 9 orang ini,” pungkasnya.(KR)

Berikan Komentar