Mantan Direktur Bisnis dan Syariah Akui Ikut Tandatangan HPS

oleh -218 views

garudaonline, Medan | Mantan Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, Zenilhar mengakui ikut menandatangani Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang diberikan terdakwa M Yahya selaku mantan Direktur Operasional (Dirops) PT Bank Sumut kepadanya.

HPS tersebut atas proyek pengadaan sewa menyewa 294 unit mobil dinas operasional senilai Rp 17 miliar yang bersumber dari Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2013.

“Saya ikut menandatangani HPS tersebut. Alasan saya ikut menandatangani karena sudah saya baca dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Zenilhar saat bersaksi untuk terdakwa Muhammad Yahya dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, Senin (21/11/2016).

Zenilhar beralasan, pada saat itu, jabatan Dirut PT Bank Sumut masih kosong. Sementara dijajaran direksi, hanya ada Zenilhar dan M Yahya saja yang ada.

“Dalam peraturannya, apabila posisi jabatan dirut masih kosong, maka setidaknya ada dua direktur yang menandatangi dalam mengeluarkan kebijakan. Di jajaran direksi juga, hanya ada saya dan pak Yahya,” terangnya.‬

Sejak digeser dari jabatan, ia menyebut tidak lagi mengikuti proses pengadaan tersebut. Namun, ia mengakui bahwa kontrak belum ditandatangani namun sudah terjadi pembayaran mobil dinas tersebut.‬ Dalam persidangan, Zenilhar mengaku bahwa pengadaan kendaraan dinas tersebut masuk ke dalam RKAT PT Bank Sumut Tahun 2013.

Namun, pengadaan mobil sudah dikerjakan pada akhir tahun 2012 hingga tahun 2013 akhir dengan pagu anggaran sebesar Rp 21 miliar.

“Tetapi setelah dicek keuangan Bank Sumut waktu itu, anggaran hanya tersedia sebesar Rp 17 miliar. Pembayaran mobil sewa itu dibayar dari laba Bank,” jelas Zenilhar.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut, Ester Junita Ginting mengakui telah menandatangani kontrak pengadaan sewa menyewa 294 unit mobil dinas itu bersama Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut, Edie Rizliyanto dan Muhammad Yahya.

“Saya pernah tandatangani kontrak itu pada April 2014. Saya, pak Yahya dan pak Edie selaku Direktur Bisnis dan Syariah saat itu yang menandatangani kontrak,” katanya menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai oleh Achmad Sayuti.

Ester mengaku kontrak tersebut sudah melalui mekanisme yang ada. Wanita yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen itu menerangkan, bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus pengadaan mobil dinas tersebut karena baru memegang jabatan di Bank Sumut per tanggal 1 Juli 2013.

“Saya tidak mengikuti sejak awal proses lelang pengadaan sewa mobil dinas Bank Sumut yang sudah dimulai awal tahun 2013 karena saya masuk ke Bank Sumut per tanggal 1 Juli 2013,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa pengadaan sewa 294 unit mobil dinas Bank Sumut itu dilakukan oleh Divisi Umum yang berada dibawa Direktorat Operasional dan bukan bagian dari tupoksi Direktur Pemasaran. (Endang)

Berikan Komentar