Mantan Dirut RS Perdagangan Dituntut 2 Tahun Penjara

oleh -201 views

garudaonline, Medan | Mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Perdagangan Kabupaten Simalungun, Amrianto dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Sipahutar selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Ia dinilai terbukti melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes).

“Menuntut terdakwa Amrianto selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,” tandas JPU Hendri di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (17/11/2016).

Amrianto dinilai telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.‬

Usai sidang, JPU Hendri menyebutkan, kasus itu berawal dari perkara yang juga melibatkan Wan Kek Ali Sumitro sebagai Direktur CV Bina Husada, Jon Elyas Sentosa Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ramli Sagala selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP), Andrianto selaku rekanan yang telah divonis berbeda pada persidangan sebelumnya.

Keempatnya bersama Amrianto dinilai bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama pada proyek yang bersumber dari APBN-P Tahun 2012.

“Kasus ini tunggakan yang dulu. Kerugian negara sebesar Rp 3 miliar lebih dibebankan kepada Wan Kek,” ucap JPU Hendri. (Endang)

Berikan Komentar