Massa Sakti Minta Ramadhan Pohan Ditahan

oleh -129 views

garudaonline – Medan | Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan nyaris ricuh. Belasan massa dari Serikat Kerakyatan Sumut meminta agar Ramadhan Pohan ditahan.

“Pak Ramadhan Pohan penipu rakyat, seharusnya bapak ditahan. Bapak pinjam uang dari warga Medan untuk mencalon Wali Kota Medan pada Pilkada Tahun 2015. Tapi ternyata bapak penipu,” kata Ketua Sakti Sumut, Tongam Freddy Siregar, Selasa (10/1/2016).

Massa memasuki gedung Pengadilan Negeri Medan untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka bahkan menggelar dua spanduk berukuran besar di depan Ruang Cakra 7 saat persidangan tengah berjalan. Keberadaan massa lantas menarik perhatian pengunjung sidang lainnya.

Dia juga mempertanyakan tindakan aparat penegak hukum yang tidak melakukan penahanan terhadap Ramadhan Pohan. Padahal mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu pernah mangkir dari panggilan penyidik Polda Sumut.

“Apakah pejabat peradilan dan kepolisian tidak berani menahan Ramadhan Pohan karena dia mantan pejabat publik serta menjadi pengurus pusat Partai Demokrat?. Jangan ada intervensi penegakan hukum dalam kasus ini,” terangnya.

Massa juga menjanjikan akan memberikannimbalan hadiah bila majelis hakim PN Medan melakukan penetapan penahanan terhadap terdakwa Ramadhan Pohan serta menjatuhkan vonis yang adil dalam kasus ini.

“Jika dalam 3×24 jam majelis hakim tidak melakukan penahanan terhadap terdakwa, maka kami akan melanjutkan laporan pengaduan ini ke lembaga yang lebih tinggi. Kami juga minta agar Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung serta Komisi Yudisial mengawasi persidangan ini,” bebernya.

Usai persidangan, massa mengejar Ramadhan Pohan yang meninggalkan ruang sidang. Mantan calon Walikota Medan ini langsung dibawa tim pengacara dan satpam menuju mobil Ramadhan Pohan yang sudah menunggu di luar gedung PN Medan.

(fidel/endang)

Berikan Komentar