Mayoritas Penghuni Lapas Tebing Tinggi Tersangkut Narkoba

oleh -237 views

garudaonline – Tebing Tinggi | Masalah kejahatan narkoba sistemik dan sudah sangat luar biasa ( extra ordinary crime) jika tidak cepat di tangani akan hilang generasi ( lost generation) di Indonesia, khususnya Kota Tebingtinggi.

Ini jelas terlihat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 2B Tebingtinggi, ketika dikonfirmasi kepada Kalapas Alexander L Putra melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Leonar Silalahi, Rabu (23/11/2016). Dia menjelaskan, jumlah narapidana (napi) saat ini 1287 orang dan 80 persen merupakan napi narkoba.

Ketika disinggung beredarnya narkoba di Lapas Jalan Pusara Pejuang, walaupun sudah ada 3 orang petugas kepolisian diperbantukan menjaga keamanan dan menangkal narkoba, Leonar menuturkan, masih ada ditemukan.

“Ini terjadi sewaktu petugas lakukan patrol. Jadi kami belum bisa menjamin lapas steril dari narkoba,walau sudah maksimal lakukan penjagaan,” paparnya.

Lebih jauh Leonar mengatakan, pemeriksaan tamu masuk masih bersifat manual dan tidak menggunakan detektor elektronik. Namun pihaknya terus berupaya lakukan pencegahan dengan memasang alat di sekitar ruang napi berupa alat hampa komunikasi handphone (HP) sebagai bagian penangkalan.

“Tetapi narkoba masih bisa masuk dengan berbagai cara seperti melalui makanan dan cara dilempar dari luar Lapas. Kita terus berpatroli, misalnya pada 5 November 2016 menangkap 2 orang napi memiliki narkoba jenis sabu dan saat ini sudah diproses secara hukum,” paparnya.

Leonar mengatakan, saat ini petugas jaga ada 18 orang dengan tenaga administrasi 32 orang, Menurutnya, yang ideal 30 orang petugas jaga di Lapas. “Kita juga berharap agar para tamu yg masuk membesuk untuk tidak membawa barang terlarang,” tegasnya.(HT)

Berikan Komentar