Minta Uang Parkir, Jukir RS Royal Prima Dianiaya

oleh -655 views
Korban (kiri) mendatangi Mapolsek Medan Baru untuk membuat laporan polisi kasus penganiayaan yang dialaminya.

garudaonline, Medan | Seorang juru parkir (jukir) di Rumah Sakit (RS) Royal Prima, Jalan Ayahanda, Medan, Sumatera Utara menjadi korban penganiayaan, Minggu (16/10/2016).

Matanya bengkak dipukul pelaku. Pemukulan itu terjadi saat korban, Arisman Zebua (22) warga Jalan Ayahanda, Medan Petisah meminta uang parkir kepada pelaku. Tak terima dianiaya, pelaku melapor ke Polsek Medan Baru, Senin (17/10) siang.

Dalam laporannya korban mengaku, saat itu ia sedang menjaga lahan parkir di seputaran RS Royal Prima. Tiba-tiba seorang pria mengendarai sepeda motor datang ke mesin ATM tak jauh dia menjaga parkir.

Usai mengambil uang, pria itu keluar dari ATM. Arisman lalu meminta uang parkir kepada pria itu sebanyak Rp2 ribu. Sayangnya, bukan uang yang diterima Arisman melainkan pukulan ke arah wajahnya.

Pelaku juga menyebutkan kalau dia merupakan pemuda setempat. Alhasil Arsiman dan pelaku terlibat adu mulut hingga mengundang perhatian warga. Warga yang melihat aksi adu mulut langsung melerainya. Pelaku pun beranjak dari lokasi mesin ATM itu.

Tak lama kemudian, pelaku kembali mendatangi Arisman dengan membawa dua orang rekannya. Tapi basa-basi ketiga pelaku menghajar Arisman hingga babak belur. Bahkan punggung Arisman terkena tikaman benda tajam.

Akibat penganiayaan mata kanan bengkak. Warga tak tega melihat kondisi Arisman dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Usai mendapatkan perawatan medis, ia didampingi rekannya membuat laporan ke kantor polisi.

Di kantor polisi, Arisman mengatakan ia dianiaya oleh tiga orang pelaku hingga membuat mata sebelah kanannya nyaris buta. Ia juga mengatakan bahawa seorang pelaku juga menusuk punggungnya pakai belati.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Arya Nusa Hindrawan dikonfirmasi wartawan mengaku sudah menerima laporan kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami korban (Arisman Zebua).

“Dalam laporannya korban dianiaya secara bersama-sama. Akibat penganiayaan itu bagian wajah korban mengalami luka serius hingga mendapatkan perawatan medis. Anggota sudah cek tempat kejadian perkara. Laporan langsung kita tindak lanjuti,” tandas Arya. (g/01)

Berikan Komentar