Minta Uang Partisipasi untuk DPRDSU, Kadis Kelautan dan Perikanan Ngaku Ditelpon Berkali-Kali

oleh -326 views

garudaonline, Medan | Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Provsu, Zonny Waldi mengaku dihubungi berulang kali oleh mantan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu, Ahmad Fuad Lubis untuk meminta uang partisipasi untuk pimpinan dan anggota DPRD Sumut dengan nominal Rp 1,8 miliar.

Selain Zonny, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)  juga menghadirkan Rudi Hartono selaku Bendahara Pengeluaran Dinas Binamarga Pemprovsu bersaksi untuk terdakwa Gatot Pujo Nugroho selaku mantan Gubernur Sumut di Ruang Aula Pengadilan Tipikor Medan, Senin (5/12/2016).

“Saya mengumpulkan uang dari pihak rekanan dan suruh Sekretaris (Agustono) untuk mengumpulkan uang tersebut,” kata Zonny saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan suap ke pimpinan dan anggota DPRD Sumut sebesar Rp 61,8 miliar.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Didik Setyo Handono. Zonny mengaku telah memberikan uang partisipasi dalam tiga tahap. Yang pertama Rp 300 juta, kedua Rp 50 juta dan terakhir menggunakan uang tabungan keluarga sebesar Rp 75 juta sehingga totalnya Rp 425 juta.

“Sebenarnya saya keberatan tapi saya takut dimutasi. Apalagi saya baru dilantik, saya malu pak hakim,” ungkap Zonny. Sementara itu, saksi Rudi menyebutkan dirinya pernah disuruh Kepala Dinas Binamarga Pemprovsu, Ahmad Efendi Pohan untuk mengantarkan bungkusan dua kali dalam plastik besar warna hitam dengan berat 3 kg agar diberikan kepada Fuad Lubis.

“Saya tidak tahu apa di dalam plastik uang atau tidak, karena saya tidak nanya sama pak Kadis. Tapi saya duga itu uang yang ada dalam plastik besar,” sebut Rudi. Ditambahkan Rudi, setelah itu dirinya dipanggil Ahmad untuk mengantar kembali bingkisan ke Fuad. “Bingkisan itu diserahkan di cafe belakang kampus Harapan, Jalan Mutatuli,” tambahnya.

(Endang)

Berikan Komentar