‘Muncikari’ Simalungun Dituntut 7 Tahun Penjara

oleh -386 views

garudaonline – Simalungun | Boimin (48), warga Kampung Tempel Nagori Bandar Betsy II Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, dituntut 7 tahun penjara disidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun,Selasa (22/11/2016) terkait tindak pidana perdagangan orang.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui pengacaranya Antoni Sumihar Purba secara lisan mohon agar hukumannya diringankan.

Menurut tim jaksa Julius Michael B dan Julita Nababan terdakwa telah terbukti mempekerjakan saksi korban PD br G (berusia 16 tahun saat dipekerjakan) di cafe milik terdakwa yang terletak di Huta III Pagok Nagori Bah Lias Kecamatan Bandar, sejak Nopember 2015 hingga Februari 2016.

Korban dipekerjakan sebagai pelayan kafe melayani dan menemani pengunjung yang datang minum. Bahkan atas perintah terdakwa juga melayani persetubuhan jika pengunjung menginginkannya.

Perbuatan itu bermula ketika sang ‘muncikari’ ini menghubungi Siti Aisyah alias Siti (didakwa dalam berkas terpisah) agar mau bekerja lagi di kafe miliknya. Siti juga diminta oleh terdakwa agar membawa seorang lagi wanita untuk dipekerjakan dan akan mendapat imbalan Rp 1.500.000.

Siti pun menyetujui permintaan terdakwa dan datang bersama PD br G  ke rumahnya di Bandar Betsy. Karena tidak bertemu terdakwa, istri terdakwa bernama Sulami br Sinaga menyarankan agar Siti bersama saksi korban menginap di rumahnya selama 2 hari.

Saksi korban merasa takut dengan ancaman terdakwa, karena jika tidak mau bekerja sesuai perintah terdakwa maka akan dibunuh. Karena menurut terdakwa, saksi korban PD br G sudah berhutang Rp 1.300.000, karena menginap di rumahnya selama 2 hari.

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 12 Undang- Undang (UU) RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 11 UU Nomor 21 tahun 2007.

Untuk putusan, majelis hakim Julius Panjaitan menunda persidangan hingga Senin (5/12) mendatang.(HT)

Berikan Komentar