Ngantuk, Kijang Seruduk Rumah Warga

oleh -516 views

garudaonline – Sibolangit | Diduga karena mengantuk karena mengemudi, Hendara (37), pengendara mobil Kijang Innova dengan nomor polisi (Nopol) BK 1144 KK menabrak rumah warga di Jalan Jamin Ginting, Dusun IV, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Minggu (30/10/2016).

Akibatnya, pemilik rumah Helti Br Keliat (31), mengalami patah kaki dan sekujur tubuhnya luka memar akibat hantaman mobil pelaku.

Kanit Lantas Polsek Pancur Batu, AKP Trio Romi Manik mengatakan, korban saat ini sudah dirawat di salah satu tempat praktik dukun patah di Desa Kuala, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, untuk memulihkan kembali tulang kaki kirinya yang diduga patah karena ditabrak mobil pelaku.

“Mungkin supirnya sedang mengantuk, makanya menambrak rumah warga. Padahal, korban itu pada saat kejadian sedang tertidur pulas di rumahnya,” katanya.

Disebutkan Trio, setelah mengevakuasi korban ke dukun patah, pihaknya kini telah mengamankan pelaku di Polsek Pancur Batu, untuk pemeriksaan.

Begitu juga dengan mobil yang dikendarainya. Saat ini sudah diamankan sebagai barang bukti. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kecelakaan itu. “Dugaan sementara memang masih sebatas mengantuk, jika ada penyebab lainnya nanti kita ketahui setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, mobil yang dikendarai warga Desa Tampang, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, ini datang dari arah Berastagi menuju Medan, tiba-tiba menabrak rumah korban.

“Pengakuan pelaku memang dia mengantuk. Tapi, kan kita (Polisi) bukan berdasarkan pengakuan, tetapi bukti dan keterangan saksi. Sementara ini karena pelaku sendiri yang ada di dalam mobil itu maka kita perlu ada keterangan saksi-saksi lain, karena kejadiannya pada sore hari, bukan malam,” sebutnya.

Kini, lanjutnya, setelah kejadian itu, pihaknya kembali melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kejadian dan kronologi yang sebenarnya. “Kita akan kembali melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan mengamabkan barang bukti, selain mobil mungkin masih ada benda lain yang bisa dijadikan barang bukti,” ucapnya.

Sementara itu, Piala Beru Sitepu (40), salah satu warga mengatakan, mobil yang dikendarai pelaku melaju dengan cepat. Tiba-tiba sebuah datang mobil dari arah yang berlawanan. Untuk menghindari tabrakan, pengemudi mobil tersebut kemudian banting setir ke kanan dan akhirnya menabrak rumah korban.

“Mungkin karena mengantuk itu ya, jadi kaget begitu melihat ada mobil dari arah yang berlawanan. Padahal kejadiannya siang bolong itu,” kata dia.

Memang, lanjut Piala, di kawasan itu banyak tikungan jika tidak hati-hati, kecelakaan bisa terjadi kapan saja tanpa ada yang menduganya.

“Kawasan di sekitar ini memang banyak tikungan tajam, jika tak hati-hati atau pengemudinya mengantuk, bahaya kecelakaan itu sudah pasti menunggu. Ini salah satu contohnya,” sebutnya.

Beruntung, tambah Piala, tidak ada korban jiwa. Tetapi pemilik rumah itu hanya mengalami luka-luka saja. Namun, akibat dari kejadian itu, korban mengalami trauma dan rumahnya rusak karena ditabrak. “Kalau sudah begini, yang rugi kan pemilik rumah. Sudah patah tulang, rumahnya pun rusak pula,” ungkapnya.

Piala meminta, pemilik mobil tersebut bersedia mengganti kerugian yang dialami korban. “Harus ada pertanggung jawaban dari pelaku,” pungkasnya.(BS)

Berikan Komentar