Obral Handphone Curian di Sosmed, Dua Pelajar Siantar Nangis-nangis di Kantor Polisi

oleh -392 views

garudaonline – Siantar | JS (17) pelajar salah satu SMK Negeri dan temannya GS (17) pelajar SMA Negeri di Kota Siantar harus berhubungan dengan pihak berwajib dan mengembalikan handphone yang mereka curi. Soalnya pemilik handphone berhasil meringkus keduanya dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Kedua pelaku yang sama-sama berasal dari Serbelawan, Kabupaten Simalungun ini awalnya bermain play station (PS3) di penyewaan PS3 Dhovy Skay milik Anil yang ada di Jalan MH Sitorus, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (7/12/2016) sekira pukul 20.30 WIB.

Melihat handphone milik Anil yang sedang dicharger di atas dispenser, kedua pelaku kemudian mencurinya dan segera meninggalkan lokasi.

Berhasil mencuri handphone milik Anil, JA yang ngekos di Sambo, dan GS yang ngekos di Jalan Mataram ini bermaksud menjual handphone melalui grup jual beli Black Market yang ada di Facebook.

Melalui akun Facebook milik GS, mereka kemudian memposting gambar handphone tersebut dan menyatakan akan menjualnya.

Aksi kedua pelajar ini kepergok Anil yang memantau jual beli handphone di Facebook. Melihat handphone yang dijual itu adalah handphonenya yang hilang, Anil pun memasang strategi untuk meringkusnya.

Agar tak ketahuan oleh pelaku, Anil meminta saudaranya yang memiliki akun Facebook dengan nama Karla agar berpura-pura ingin membeli handphone itu. Setelah harga disepakati, Karla mengajak kedua pelaku bertransaksi di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Siantar Utara.

Tak curiga, kedua pelaku pun datang ke lokasi yang dijanjikan dan menemui Karla di Jalan Sriwijaya. Sementara Anil yang datang bersama Karla sengaja tidak keluar dari dalam mobil dan hanya memantau dari dalam mobil milik Karla.

Ketika bertemu, dengan lugunya kedua pelaku menyerahkan handphone tersebut kepada Karla. Namun tak lama kemudian, Anil keluar dari dalam mobil dan segera meringkus kedua pelajar ini dan segera membawanya ke Mapolres Siantar.

Setelah dibawa ke Mapolres Siantar, kedua pelajar yang takut dipenjara ini kemudian menangis-nangis dan meminta agar Anil memaafkan mereka. (JS)

Berikan Komentar