Ombudsman: Pungli Terbanyak di Sektor Pendidikan

oleh -198 views

garudaonline – Medan | Praktik pungutan liar (pungli) di negara ini sepertinya sudah menjadi tradisi. Hampir di seluruh sektor kenal dengan istilah ini.

Namun, fakta memprihatinkan datang dari temuan Ombudsman Sumut bahwa banyak kasus di Medan ditangani pihaknya adalah pungli di sektor pendidikan.

Perwakilan Ombudsman Abyadi Siregar menyebutkan, banyak pungutan-pungutan yang tidak berpayung hukum dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara sekolah. Contohnya pada momentum penerimaan siswa baru.

“Di Medan menurut laporan masyarakat yang kita terima, pungli paling banyak dari sektor pendidikan, seperti dalam penerimaan siswa baru,” ujar Ombudsman RI, Abyadi Siregar, Senin (24/10/2016).

Atas kondisi ini, kata Abyadi, Ombudsman sedang menyusun rekomendasi terkait pungli yang sudah menjadi tradisi di sekolah. Sebab, kasus pungli di sektor pendidikan sangat kronis.

”Semua pungutan-pungutan itu terjadi tentunya tanpa dasar hukum yang jelas. Ini yang sangat meresahkan,” kata Abyadi.

Dia menyarankan kepada dinas terkait, apabila kedapatan oknum di sekolah melakukan pungli, maka dapat dipecat dan diproses secara hukum yang berlaku. Sebab pungli itu adalah perilaku korupsi tingkat dasar.

Namun, tak dipungkirinya pengaduan yang selama ini sering diterima juga hampir terjadi di semua jenis layanan negara. Semua itu dilakukan oleh oknum birokrasi, penegak hukum dan aparat sipil negara (ASN) lainnya.

Abyadi menyebutkan, jenis pelayanan yang terkena pungli saat melakukan pengurusan. Mulai dari pengurusan surat izin mengemudi (SIM), paspor, dan KTP.

Bahkan lebih dari itu, di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rutan punglinya sangat kencang. “Pemberantasan pungli di sektor ini tak akan berhasil bila tak diikuti keseriusan dari pimpinannya,” tandas Abyadi.(Pjs)

Berikan Komentar