OTT Kadisdikbud Taput, Polda Sumut Dalami Asal Uang

oleh -301 views

garudaonline – Medan | Penyidik Subdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumut masih mendalami asal muasal uang senilai Rp235.455.000 juta yang disita tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Tapanuli Utara (Taput), JP dan dua orang kepala SMAN 1 Sipahutar, JL serta Kepala SMAN 1 Pangaribuan, JS.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, ditemui usai Salat Jumat (23/12) mengatakan, ketiga oknum yang mencoreng wajah pendidikan ini masih dalam pemeriksaan intensif.

Penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus saat ini masih mendalami asal uang sitaan OTT yang disebut-sebut berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan di Polda Sumut. Tim saber pungli tingkat Provinsi Sumut di bawah kordinator Direktur Reskrimsus Kombes Pol Toga Panjaitan, sejauh ini pemeriksaannya masih fokus keberadaan uang,” terang Rycko, Jumat (23/12).

Tak hanya uang tunai Rp235.455.000 juta (Rupiah), kata Ricyko OTT yang dilakukan tim komisi anti rasuah itu turut menyita uang 100 Dollar, 200 Yuan dan 8 buku tabungan.

“Uang-uang yang lain juga akan kita pelajari. Satu persatu akan diteliti,” kata Rycko.

Dirilis dari beberapa sumber, sebutnya, uang itu pencairan dari dana BOS. Itu akan didalami, apakah uang itu dari dana bos atau yang lain. Hasil itu akan menentukan duduk kasusnya seperti apa.

“Itu sangat akan menentukan dari pada posisi kasusnya. Tapi memang bisa saja asumsi jabatan dari pada pihak tersangka,” imbuhnya.

Menurut dia, penyidik tidak dapat melakukan proses penyidikan hanya melalui asumsi saja. Sebab, tugas penyidik adalah untuk mengungkap fakta, bukan asumsi.

Disoal adanya keterlibatan yang mengarah dari pengakuan-pengakuan para tersangka, kata Rycko, tentu akan dilakukan pemeriksaan. Namun sejauh ini, penyidik belum ada melakukan pemeriksaan terhadap orang yang lain.

“Pasti, itu akan dilakukan pemeriksaan. Keterlibatan itu tidak dalam pengakuan, tapi melalui pembuktian,” jelasnya.

Sebelumnya, petugas gabungan yang melakukan OTT melimpahkan perkara itu ke Polda Sumut. Pasalnya, oknum pejabat di Pemkab Taput yang terjaring OTT ini dinilai KPK bukan penyelenggara negara. Ketiga tersangka terjaring OTT di rumah dinas JP, Jalan DI Panjaitan No 82, Tarutung.

(g/10) 

Berikan Komentar