Pedagang Ikan Asin Ditinju Anggota Polres Pakpak Bharat

oleh -287 views

garudaonline, Medan | Sungguh malang nasib Herlina Tambunan (38) warga Jalan Pasar I Gang Radar, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Gara-gara cekcok dengan ibunya Briptu Riki Anton Sipayung, pedagang ikan asin itu ditinju oleh anggota Polres Pakpak Bharat tersebut. Hal itu terungkap dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (18/10).‬

Dalam persidangan itu, korban Herlina mengatakan, kasus tersebut berawal pada September 2015 lalu. Saat itu, korban yang berjualan ikan asin di Pasar Tradisional Pringgan Medan terlibat cekcok dengan ibu terdakwa yang juga berjualan di sana.

“Saat saya sedang membersihkan lapak jualan saya, lalu percikan airnya kena ke kaki ibu terdakwa. Ibunya langsung marah-marah dan kami terlibat cekcok,” kata korban dihadapan majelis hakim yang diketuai Morgan Simanjuntak.

Menurut korban, saat itu keributan mereka tidak berkelanjutan. Namun seminggu kemudian tepatnya tanggal 29 September 2015, Briptu Riki Anton mendatangi korban ke lapak jualan itu. Terdakwa lalu sempat meninju bagian mulut dan menarik korban secara paksa dari dalam lapak jualannya. Akibatnya, bagian perut korban luka karena kena goresan meja lapak jualan itu.

Tak hanya itu, berdasarkan pengakuan korban, terdakwa Riki bahkan sempat menempelkan pistolnya ke perut korban dan menendang tulang kering korban.

“Seberapa dekat anda dengan terdakwa saat terdakwa mengancam anda dengan pistolnya,” tanya majelis hakim. “Dekat Pak, nempel lah pistolnya ke perut ku,” jawab korban.‬

Korban lalu melaporkan kasus itu ke Polda Sumut, namun kemudian diserahkan ke Polrestabes Medan hingga akhirnya kasus ini kini disidangkan. Meski begitu, terdakwa yang duduk bersama penasihat hukumnya terlihat santai dan memakai kemeja putih. Terdakwa juga membantah pemukulan dan pengancaman menggunakan pistol yang disebutkan korban.

“Waktu saya pukul, tangan saya tidak mengenai wajahnya. Mengenai pistol yang disebutkan, itu tidak benar, soalnya saya sudah meninggalkan pistol saya di polres sebelum saya datang ke Medan,” bantah terdakwa.‬

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nur Ainun yang ditanyai oleh soal terdakwa yang tidak ditahan hanya menyebut jika terdakwa koperatif. (Endang)

Berikan Komentar