Pencemaran Danau Toba Dilaporkan Ke Polda Sumut

oleh -159 views

garudaonline – Medan | Tim litigasi Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), melaporkan kasus pencemaran Danau Toba yang disebabkan aktifitas sejumlah perusahaan budidaya serta Kerambah Jaring Apung (KJA), Aqua Farm dan Japfa ke Polda Sumut, Senin (23/1).

Ketua Tim litigasi Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Robert Paruhum menyampaikan kepada wartawan di Mapolda Sumut, laporan yang disampaikan pihaknya merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya yang selama ini dilakukan melalui pengkajian langsung di lokasi khususnya mengenai kandungan air Danau Toba.

“Lapaoran ini tindak lanjut dari pengkajian kandungan air yang kita mulai sejak 10 November 2015 lalu dengan mengambil sample air di 22 titik kawasan Danau Toba. Dalam penelitian ini kita dibantu langsung lembaga yang dirasa independen,” tukasnya.

Dia menyatakan dari hasil penilitian sample air tersebut membuktikan adanya fakta kandungan sejumlah zat kimia yang sangat buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat yang biasa memanfaatkan air Danau Toba untuk keperluan sehari-hari.

“Ternyata hasilnya sangat jelek, khususnya untuk kandungan BOD, COD juga FE nya dan beberapa komponen lainnya yang sangat berbahaya bagi masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, menurut Robert, kandungan berbahaya tersebut muncul disebabkan aktifitas sejumlah perusahan KJA di Danau Toba. Laporan mengenai adanya izin aktifitas kerambah tidak sesuai UU yang berlaku di lokasi dan juga telah dilaporkan ke pihak TUN, sedangkan laporan yang disampaikan ke Subdit IV/Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut tentang pencemaran air.

“Mengenai KJA juga kita laporkan ke PTUN menyangkut masalah izinnya yang tidak sesuai dengan perundang-undangan berlaku. Sementara laporan pencemaran airnya kita laporkan ke Polda Sumut,” pungkasnya.

(g/10)

Berikan Komentar