Pencurian TBS, Kanit Intel Polsek Bangun Ditahan

oleh -169 views

garudaonline – Simalungun | Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) 12 orang tersangka diduga terkait sindikat penggelapan tandan buah segar (TBS) yang merugikan BUMN PTPN IV hingga Rp 1,8 miliar pada Kamis pekan lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Irvan Paham PD Samosir  melalui Kasi Pidum, Novri Andra kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (17/10/2016).

Menurutnya, 12 tersangka dibagi dalam 4 berkas perkara yang melibatkan oknum supir, krani, karyawan yaitu Asisten Pengolahan BD Tarigan dan oknum Kanit Intel Polsek Bangun, JH yang kini sudah ditahan.

“JH sudah ditahan”, kata Andra tanpa menyebut secara pasti kronologis keterlibatan oknum Polri itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan sementara JH diduga sebagai beking atau pun pendana dalam penggelapan TBS tersebut.

Dalam perkara ini,  para tersangka dijerat dengan pasal 372 dan pasal 374 KUHP.
Untuk menangani perkara tersebut, Kajari telah menghunjuk tim jaksa yakni Kasubbagbin Dasmer Nehemia Saragih, Kasi Pidum Novri Andra, Augus Vernando Sinaga dan Saut B Damanik.

Saat ini, para tersangka terdiri oknum karyawan, supir truk dan kerani timbang serta loder (petugas yang memasukkan buah ke pabrik) dan oknum Kanit Intel kini mendekam di sel Mapolsekta Tanah Jawa, bersama barang bukti dua unit truk bermuatan puluhan ton TBS.

Dugaan sementara, penggelapan TBS ini hanya dapat diungkap sejak Juni hingga Oktober 2016.
Terungkapnya dugaan persekongkolan dalam praktik pencurian di perkebunan milik negara tersebut diduga didalangi tersangka FP yang kini sudah tertangkap dan menjadi penghuni sel Mapolsekta Tanah Jawa. Ini didukung oknum staf berinitsaBDBDT yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dan JH oknum Kanit Intel Polsek Bangun kini sudah ditahan di RTP Polres Simalungun.

“Tidak tertutup kemungkinan tempat penampungan sawit di Kerasaan juga akan dimasukkan dalam berkas perkara, tentang penadahan 480 KUHP, sesuai petunjuk lanjutan,” jelas Novri.(Ht)

Berikan Komentar