Penembak IRT di Kompleks Torganda Masih Misterius

oleh -218 views
Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri SIK, dan Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna SH SIK melakukan penyelidikan di lokasi penembakan yang menewaskan seorang ibu rumah tangga. Korban tewas tertembak saat mengendong balitanya,

garudaonline, Medan | Misteri penembakan Ibu Rumah Tangga (IRT) Indri Wahyuni (31), di depan rumahnya Kompleks Torganda Blok E Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Selasa (18/10) lalu, hingga kini belum terungkap. Keberadaan tiga pelaku masih misterius.

“Jangankan pelaku, sekarang keberadaan suami korban (Saiful Rizal) juga tidak diketahui rimbanya. Sejak mengantarkan jasad istrinya ke Aceh sudah tidak bisa dihubungi,” kata Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal SIK, Rabu (25/10).

Menurut Fahrizal, menghilangnya suami korban secara tiba-tiba membuat tim Polrestabes Medan dan Polda Sumut harus mengubah strategi penyelidikan. Sebab, petunjuk utama untuk mengungkap kasus itu satu-satunya suami korban. Karena itu, polisi akan semakin sulit mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa itu.

“Yang kita lakukan sekarang ini adalah mencari dan menelusuri keberadaan suami korban dulu. Saya sudah minta tolong kepada teman-teman di Polda Aceh untuk membantu melacak dan menelusurinya. Namun, hasilnya juga tidak tau keberadaan suami korban,” ujarnya.

Bahkan, sambung dia, sejumlah kerabat korban maupun suami sudah didatangi Polisi. Namun tidak ada satupun di antara keluarganya yang mengetahui keberadaan Saiful Rizal.

“Tim sudah mendatangi keluarga dan suami korban di Aceh. Tapi tidak ada di antara mereka yang mengetahui keberadaanya,” sebutnya.

Dia menyebut, hilangnya suami korban dari peredaran secara tiba-tiba mengindikasikan ada keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Apalagi, dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan terjadinya penembakan itu karena utang piutang.

“Dugaan kita memang kesitu tetapi itu masih dugaan. Begitu juga dengan motifnya, masih sebatas dugaan yakni, hutang-piutang,” jelasnya.

Sedangkan, senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban. Menurut Fahrizal, adalah jenis Bareta atau FN. Sebab, dari proyektil yang ditemukan di lokasi caliber senjata itu 9 mili meter (mm).

“Senjata yang menggunakan peluru caliber 9 mm itu, jika tidak FN berarti itu Bareta,” terangnya.

Sementara itu, Kasubdit III/Umum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, Polda Sumut sudah melakukan upaya pencarian membantu tim dari Polrestabes Medan.

Polda hanya membantu (backup) saja. Tim intinya tetap dari Polrestabes Medan. Mudah-mudahan cepat terungkap, karena petunjuk penyelidikannya sepertinya sudah menemui titik terang,” katanya.

Namun, masih kata dia, petunjuk penyelidikan itu belum layak untuk dipublikasikan.

“Itu masuk teknis penyidikan, belum bisa dipublikasikan ke publik,” pungkasnya.

Indri Wahyuni tewas setelah ditembak tiga Orang Tak Dikenal (OTK) di depan rumahnya pada Selasa (18/10) siang. Saiful Rizal mengaku tidak mengenal tiga pelaku yang hingga kini masih misterius tersebut.

“Aku tidak pernah berselisih paham dengan siapapun, aku juga tidak mengenal pelaku,” akunya. (g/10)

Berikan Komentar