Pengacara Klaim Pegawai DJP Sumut Dikriminalisasi

oleh -192 views
Billy Timothy mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Medan

garudaonline, Medan | Billy Timothy (30) yang diadili dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 23 juta terhadap kekasihnya, Imelda Sihite (25) diklaim telah dikriminalisasi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Astri Eza.

Pernyataan itu dilontarkan oleh kuasa hukum Billy selaku pegawai Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Sumut, Evan S Surbakti dan Ilwa Pulita saat persidangan pembacaan eksepsi (nota keberatan) di Ruang Cakra II Pengadilan Negri (PN) Medan, Selasa (22/11/2016).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Gerchat Pasaribu, Evan mengatakan dakwaan jaksa kabur, tidak cermat dan tidak lengkap. Selain itu, Evan juga mengatakan dakwaan terhadap Billy tidak dapat diterima dikarenakan perkara ini bukanlah merupakan tindak pidana akan tetapi termasuk ruang lingkup perkara perdata dan bukan merupakan tindak pidana.

“Seandainya pun terdakwa ada meminjam uang kepada saksi korban, sebagaimana yang kita ketahui bahwa perbuatan pinjam meminjam bukanlah merupakan suatu delik atau tindak pidana melainkan suatu perbuatan perdata,” lanjutnya.

Terlebih lagi, sambung Evan, ketika penyerahan uang Rp 20 juta dan Rp 3 juta sebelumnya kepada terdakwa, hanya disaksikan oleh keluarga kandung korban yaitu kedua orang tua korban dan abang kandung korban tanpa ada saksi lain yang menyaksikan.

“Pada intinya, kasus ini adalah kriminalisasi oleh saksi korban terhadap terdakwa karena memutuskan hubungan kasih dengan korban. Karena tidak rela diputuskan oleh terdakwa, taksi korban menaruh dendam kepada terdakwa sehingga dilaporkan dan dipidanakan,” tandas Evan.

Atas hal itu, Evan meminta kepada majelis hakim untuk menyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum atau setidaknya tidak dapat diterima. (Endang)

Berikan Komentar