Pengawas Proyek Revitalisasi Terminal Amplas Kembali Dipanggil Kejati Sumut

oleh -330 views

garudaonline, Medan | Dua saksi dari pengawas atau mandor proyek mangkir dipanggil penyidik Kejati Sumut pada Kamis (12/1) lalu. Karena itu, penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap keduanya dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Medan bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2014-2015 senilai Rp 10 miliar.

Kasubsi Humas dan Penkum Kejati Sumut, Yos Gernold Tarigan menjelaskan, penjadwalan ulang terhadap dua pengawas proyek itu untuk pemeriksaan pada Kamis (19/1) mendatang.

“Pada pekan lalu, dua saksi dari pengawas proyek tersebut mangkir. Kita akan jadwalkan kembali pada Kamis besok,” ‎kata Yos kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).

Yos menyebut, pemanggilan terhadap pengawasan proyek‎ untuk mengetahui proses pengerjaan Terminal Terpadu Amplas itu secara fisik yang dikerjakan oleh Distarukim Kota Medan.

“Pemeriksaan juga untuk melengkapi berkas perkara yang kita tangani saat ini,” sebutnya.

Selain itu, dalam meminta keterangan pengawas atau proyek mandor tersebut, untuk mengetahui proses pengerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan kontrak dan amburadul.

“Penyidik juga mau menanyakan soal mempertanggungjawab mereka buat. Dari keterangan saksi, kita dapat mengetahui seluruhnya kasus ini,” ungkap Yos.

Meski begitu, Kejatisu masih enggan membeberkan identitas ketiga tersangka dengan alasan untuk mempermudah proses penyidikan.

Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka pada Januari 2017 ini. Namun, belum diketahui penjadwalan pemanggilan ketiga tersangka tersebut.

(endang)

Berikan Komentar