Penyelidikan Korupsi Pembangunan Masjid Agung Kisaran Dihentikan

oleh -872 views

garudaonline, Medan | Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Pidsus Kejatisu) menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Ahmad Bakrie, Kisaran senilai Rp45 miliar yang naik menjadi Rp63 miliar. Hal itu dikarenakan minimnya bukti untuk mengusut kasus mega proyek tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Bobbi Sandri melalui Kasubsi Penkum, Yosgernold Tarigan membenarkan penghentian penyelidikan itu.

“Setelah kita cek di Pidsus, diinformasikan bahwa tentang kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung kisaran pernah ada dilakukan penyelidikan. Tapi, sudah dihentikan karena belum cukup bukti,” kata Yosgernold kepada wartawan, Minggu (30/10/2016).

Menurut Yosgernold, tidak ada SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dalam kasus tersebut, melainkan hanya dihentikan saja. Namun, jika penyidik menemukan bukti baru untuk mengusut kembali kasus itu, maka penyelidikan bisa dilanjutkan.

“Kalau di penyelidikan dapat dihentikan jika tidak cukup fakta yang mengarah kepada dugaan korupsi. Tidak ada SP3 karena masih ranah penyelidikan. Jika ada bukti baru, penyidik bisa kembali melanjutkan kasus itu,” jelas Yosgernold seraya menambahan penyelidikan kasus itu dihentikan pada Juni 2016.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Kejatisu saat itu, Novan Hadian mengaku penganggaran untuk masjid terbesar di Kabupaten Asahan itu, tidak melalui mekanisme rapat paripurna di DPRD Asahan.

Peran Bupati Asahan, Drs Taufan Gama Simatupang adalah mengusulkan kenaikan anggaran ke DPRD setelah adanya pengusulan dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).

“Jadi mekanismenya, KPA mengusulkan ke TPAD, lalu dilapor ke bupati. Nah, yang terakhir bupati mengusulkan ke DPRD Asahan. Namun, yang jadi persoalan, tidak dilakukan paripurna,” jelasnya.‬

Proses penganggaran pembangunan Masjid Agung ini, pertama kali senilai Rp 45 miliar di DPRD Asahan. Namun, dalam pengesahan anggaran tersebut melonjak menjadi Rp 63 miliar secara multiyears pada tahun 2011, 2012 dan 2013.‬

Novan menerangkan, dalam proses penganggaran untuk pembangunan Masjid Agung tersebut, ada fraksi yang menerima dan ada juga fraksi menolak.‬ (Endang)

Berikan Komentar