Polda Metro Mentahkan Pernyataan Buni Yani

oleh -149 views

garudaonline – Jakarta | Kabidkum Polda Metro Jaya, Kombes Agus Rohmat membantah semua pernyataan tersangka ujaran kebencian, Buni Yani. Mulai dari tidak adanya surat penangkapan hingga penetapan tersangka yang dibilang prematur.

“Dengan keyakinan termohon, melalui laporan Andi Windo Wahidin berdasarkan LP 4873/10/2016/pmj/ditreskrimsus, kami lakukan penangkapan yang disertai penyitaan bukti-bukti,” kata Agus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016).

Saat penangkapan, penyidik juga melampirkan surat permohonan penyitaan barang bukti. Adapun barang yang disita diantaranya satu buah handphone merek Asus Zenfon warna hitam putih, dua sim card Telkomsel dan Tri, satu micro sd merek Toshiba kapasitas 32 GB, akun Facebook dengan nama Buni Yani dan akun email.

Tidak hanya laporan dan barang bukti, penetapan status tersangka yang disematkan kepada Buni Yani diperkuat dengan sejumlah keterangan dari saksi ahli.

“Saksi pelapor Ucok Edison Marpaung, saksi Ir. Basuk Tjahaja, dan saksi ahki bahasa, Kris Sanjaya,” lanjut Agus.

dr. Nova yang turut hadir sebagai pihak termohon menjelaskan keterangan dari saksi ahli bahasa yang menilai unggahan Buni Yani memang mengandung unsur kebencian.

“Dari keterangan ahli bahasa, tulisan bapak ibu dalam kurung, dapat di kategorikan yang ditujukan kebencian atau permusuhan berdasarkan agama. Pembaca menjadi tidak suka. Makna tersebut memiliki padanan aktif,” sambung Nova.

“Dalam khasanah pengetahuan, frasa surah Al Maidah 51 tidak ada tautan negatif. Karena dibarengi dengan predikat dibohongi, tulisan ini ada makna dengan sengaja perbuatan kebencian atas agama seperti tentang informasi transaksi elektronik,” lanjut Nova.

Sesuai dengan aturan yang ada, dua bukti sudah cukup untuk menetapkan Buni Yani sebagai tersangka.

“Namun dengan bukti yang kami punya, menjadi keyakinan termohon untuk menetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.(KR)

Berikan Komentar