Polda Sumut akan Memeriksa Kepala Kantor KSOP Sibolga

oleh -228 views

garudaonline РMedan | Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Direktorat  Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut akan memeriksa Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, terkait dugaan pungli pengurusan Izin Berlayar untuk mengetahui keterlibatannya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah mengatakan, kasus dugaan praktik pungli dalam proses pengurusan izin berlayar di Pelabuhan Sibolga melibatkan dua tersangka oknum pegawai KSOP Sibolga, Toham Siregar, pejabat Syahbandar KSOP Sibolga dan Muhamad Taufik, staf Adm Syahbandar, KSOP Sibolga, hingga kini masih didalami lebih jauh.

Nur Fallah menyebutkan, Polda Sumut berencana melakukan pemeriksaan sejumlah pihak yang memiliki wewenang dalam tubuh instansi tersebut, termasuk kepala kantor KSOP Sibolga.

“Kasusnya masih terus didalami. Sejauh ini, memang keterangan yang disampaikan kedua tersangka oknum pegawai KSOP Sibolga masih berbelit-belit dan belum mengarah adanya keterlibatan oknum lain.

Tapi untuk selanjutnya masih terus kita kembangkang melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak berwenang di dalamnya, termasuk kepala kantor KSOP nya,” ujar Nur Fallah, Senin (26/12/2016).

Namun, dia belum bisa memastikan waktu pemeriksaan kepala kantor KSOP Sibolga tersebut. Dia hanya menegaskan, dalam waktu dekat.

“Karena suasana perayaan natal dan tahun baru ini kita juga harus fokus ke upaya pengamanan. Mungkin pekan depan setelah perayaan momen akhir tahun ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, dua oknum pegawai KSOP Sibolga, Toham Siregar dan Muhamad Taufik, pegawai Staf Adm Syahbandar, KSOP Sibolga ditangkap tim Saber Pungli Polda Sumut.

Dalam praktiknya, kedua tersangka membandrol tarif pengurusan Izin Berlayar kapal dengan nominal Rp 200 ribu – Rp 2 juta di Pelabuhan Sibolga yang semestinya tidak ada pemungutan biaya.

“Jadi meskipun tidak ada pungutan biaya dalam pengurusan Izin Berlayar tersebut, kedua tersangka yang memiliki jalur wewenang dalam penerbitan izin itu mematok bayaran Rp 200 ribu sampai Rp 2 juta kepada setiap pengurus surat izin berlayar kapal,” sebut Rina.

Kedua tersangka berhasil tertangkap tangan saat pengurus kapal KM Wora Victory yang diwakili saudara Tulus Simanungkalit memberikan uang pelicin pengurusan surat izin berlayar sebesar Rp 200 ribu kepada Toham Siregar dan stafnya, Muhamad Taufik, Jumat (23/12/2016).

“Penggeledahan yang dilakukan tim Saber Pungli dalam OTT itu juga menemukan sejumlah uang dari tersangka, MT sebesar Rp 2,1 juta dan dari dari tersangka TS sebesar Rp 1 juta. Keduanya mengaku uang tersebut hasil kutipan pengurusan izin yang terkumpul hari itu saat OTT dilakukan,” pungkas Rina.

(g/10)

Berikan Komentar