Polda Sumut Amankan 18,9 Ton Bawang Ilegal asal India

oleh -315 views
Wadirreskrimsus Poldasu AKBP Maruli Siahaan (kiri) didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan Lubis (kanan) merilis barang bukti 18,9 ton bawang ilegal asal India yang diamankan dari gudang di Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, KecamatanMedan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/11/2016)

garudaonline, Medan | Personel Subdit I/Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengankan 18,9 ton bawang merah ilegal.

Bawang merah asal negeri Taj Mahal, India, diamankan dari gudang di Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, KecamatanMedan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/11/2016)

Wadirreskrimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Rabu (23/11) menjelaskan, bawang merah yang dikemas dalam 2.100 karung ini masuk dari Aceh dan disembunyikan di gudang Arimbi kawasan Sunggal.

Rencananya, bawang merah tanpa dokumen tersebut  akan dipasarkan di kawasan kota Medan. Bawang merah tersebut diangkut ke Medan menggunakan 2 unit truk Colt Diesel.

“Atas informasi yang diterima, ada 2 unit mobil truk berisikan bawang asal India,” ujar mantan Kasatreskrim Poltabes Medan (Polrestabes Medan) itu.

Menurut Maruli, 2 unit colt diesel masing-masing BK 8401 CE dan BL 8596 Z, membawa bawang merah asal India itu dari Pasar Pagi Kuala Simpang, Aceh. Kecurigaan petugas atas informasi dari masyarakat itu benar.

Saat petugas melakukan penyergapan, ternyata benar kalau bawang merah itu tak memiliki dokumen lengkap. Petugas kemudian menyita barang bukti dan turut mengamankan kedua sopir dan kedua kernet truk Colt Diesel tersebut.

“Sengaja disuruh membawa ini (bawang merah). Supir berinisial AR dan SP, lalu kernet berinisial SG dan MW sudah diambil keterangannya sebagai saksi,” sambung Maruli.

Disinggung soal pemilik gudang Arimbi yang diduga sebagai penampung bawang ilegal tersebut, Maruli mengatakan masih dalam penyelidikan. Jika dibutuhkan, maka pemilik gudang akan segera dimitai keterangan.

Maruli menyebut, pihaknya telah berhasil menyelamatkan keuangan negara ratusan juta rupiah dari upaya penyelundupan bawang asal India tersebut.

“Dari pengungkapan kasus ini kita sudah menyelamatkan kerugian negara sekira Rp700 juta,” kata Maruli.

Ditegaskannya, penyidik Subdit I/Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut masih akan mengidentifikasi pemesan dan penerima bawang merah asal India tersebut. Tidak tertutup kemungkinan penerima dan pengirim barang ilegal itu bakal  diambil keterangannya dan bisa menjadi tersangka.

“Pemilik gudang lagi dicek. Seperti biasa, menurut pengakuan mereka (sopir dan kernet), baru sekali,” ujarnya. (g/10)

Berikan Komentar